Kementerian Keamanan Negara China menahan wanita AS bernama Sandy Phan-Gillis tersebut pada Maret lalu. Dia tengah diselidiki atas tuduhan "memata-matai dan mencuri rahasia negara". Demikian menurut situs savesandy.org, yang memberikan informasi mengenai Phan-Gillis dan kasusnya.
Phan-Gillis ditahan saat melintasi perbatasan ke Makau pada akhir kunjungan ke China bersama delegasi perdagangan dari Houston, di mana dia merupakan anggota Dewan Pembangunan dan Perdagangan Internasional setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sandi bukan mata-mata ataupun pencuri," cetus suaminya, Jeff Gillis di situs tersebut seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (22/9/2015).
Tidak jelas mengapa kasus ini baru dipublikasi pada Senin (21/9), saat pengumuman pertama soal kasus ini diposting di situs pendukung Phan-Gillis tersebut. Namun kabar ini muncul menjelang kedatangan Presiden Xi ke AS untuk mengadakan pertemuan dengan Presiden Barack Obama.
"Sandy kini telah ditahan selama enam bulan lebih, dan dia tidak dibolehkan bertemu atau berbicara dengan teman-teman, keluarga atau bahkan pengacaranya saat itu," demikian postingan di situs tersebut.
Disebutkan bahwa wanita AS itu secara resmi ditahan pada akhir pekan, namun belum ada dakwaan yang dijeratkan padanya. Permintaan untuk pembebasannya pun selama ini tidak mendapat respons dari otoritas China.
"Otoritas China mengakui bahwa mereka tak punya bukti cukup untuk mengajukan dakwaan resmi terhadap Sandy, namun mereka belum membebaskan dia," demikian disampaikan situs tersebut.
(ita/ita)











































