Para pemberontak tersebut telah masuk ke wilayah Suriah utara lewat Turki pada Minggu, 20 September waktu setempat. Demikian disampaikan militer AS seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (22/9/2015).
"Dengan dukungan dari koalisi, Pasukan Suriah Baru atau New Syrian Forces (NSF) akan bertempur bersama pasukan oposisi dan menerapkan pelatihan dan peralatan yang mereka dapatkan lewat program T&E (train-and-equip) untuk meningkatkan upaya dari unit-unit lebih besar yang telah ada dalam peperangan tersebut," demikian statemen Komando Pusat AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum pengiriman pemberontak tersebut, program pelatihan AS ini hanya berhasil menjaring dan melatih sekitar 60 pemberontak untuk memerangi ISIS di Suriah.
Program senilai US$ 500 juta yang dilakukan di wilayah Turki tersebut telah diliputi banyak masalah dan menuai kecaman para anggota parlemen AS. Program tersebut awalnya dimaksudkan untuk melatih sekitar 5.400 pemberontak terpilih per tahun selama kurun waktu tiga tahun. Namun pada perkembangannya, hanya sedikit pemberontak Suriah yang memenuhi kriteria AS untuk diikutkan dalam program pelatihan tersebut. (ita/ita)











































