Organisasi pemantau HAM Suriah, Syrian Observatory for Human Rights menyatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (22/9/2015), militan ISIS menembak mati tujuh pria di kota Rastan, provinsi Homs, Suriah tengah. Ketujuh orang itu dituduh ISIS sebagai para homoseksual.
Dikatakan kepala Observatory, Rami Abdel Rahman, ISIS juga mengeksekusi dua pria dan seorang bocah laki-laki di kota Hreitan, provinsi Aleppo, Suriah utara karena alasan yang sama.
Dikatakan Abdel Rahman, eksekusi mati itu dilakukan di depan umum. Namun para militan ISIS menghancurkan setiap kamera yang kedapatan digunakan untuk merekam pembunuhan tersebut.
ISIS kerap menggunakan metode keji dalam menerapkan kekuasaannya di wilayah-wilayah Irak dan Suriah yang dinyatakan sebagai kekhalifahannya. Selain homoseksualitas, perdukunan dan loyalitas pada Presiden Suriah Bashar al-Assad juga dianggap sebagai tindakan yang bisa dikenai hukuman mati di wilayah-wilayah yang dikuasai ISIS.
Sebelumnya, ISIS juga telah memenggal mereka yang dituduh homoseks ataupun melemparkan mereka dari atas atap-atap gedung. Menurut Observatory, ISIS telah mengeksekusi lebih dari 3 ribu orang, termasuk setidaknya 1.800 warga sipil sejak kelompok radikal Sunni itu mengumumkan kekhalifahannya pada Juni 2014 lalu.
(ita/ita)











































