Swiss Ingin Ajari Uni Eropa Tangani Pencari Suaka

Swiss Ingin Ajari Uni Eropa Tangani Pencari Suaka

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 21 Sep 2015 17:39 WIB
Swiss Ingin Ajari Uni Eropa Tangani Pencari Suaka
Pengungsi Suriah (REUTERS/Marko Djurica)
Bern - Isu suaka politik kini menyelimuti Eropa yang dibanjiri imigran dan pengungsi perang. Swiss yang selama ini dianggap contoh dalam menangani para pencari suaka dengan adil dan efisien, menawarkan metodenya pada negara-negara Uni Eropa.

Sesuai sistem yang berlaku di Swiss, ada 5 pusat penampungan yang melayani permohonan suaka dan mengirimkan mereka yang memenuhi syarat ke wilayah yang mendapatkan kuota penampungan, sembari permohonan suaka mereka diproses. Dalam upaya mempersingkat proses, parlemen Swiss baru-baru ini menyetujui usulan mempersingkat proses pengajuan suaka setidaknya kurang dalam 140 hari dan memberikan pendampingan hukum secara gratis.

"Kami bisa menunjukkan proses pengajuan suaka yang lebih cepat yang tidak hanya bekerja tapi juga adil, terima kasih pada perlindungan hukum yang menyeluruh," tutur Presiden Swiss, Simonetta Sommaruga, seperti dilansir Reuters, Senin (21/9/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Komisi Eropa kini tengah berusaha membujuk 28 negara Uni Eropa untuk menerima sistem kuota yang akan membagi secara adil tanggung jawab atas para pencari suaka, setelah sempat mengalami penolakan. Swiss sendiri, yang bukan anggota Uni Eropa namun masuk dalam kawasan Schengen menyatakan akan menampung 1.500 pencari suaka sesuai dengan sistem kuota Uni Eropa, jika diizinkan.

Di bawah kebijakan yang berlaku sejak 3 tahun lalu, Swiss memproses permohonan suaka dari negara-negara Balkan seperti Kosovo dan Bosnia, hanya dalam 48 jam saja. Bagi pengungsi yang negara asalnya dalam situasi damai, akan dinyatakan tidak memenuhi syarat dan harus pulang ke negara asalnya.

Cara Swiss menangani imigran dan pengungsi ini mendapat pujian dari Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) dan juga Jerman yang mendapat jatah kuota paling banyak. Saat berkunjung ke Bern, Swiss bulan ini, Kanselir Jerman, Angela Merkel mengatakan, negaranya harus belajar dari Swiss terkait pendekatan dan cara menangani pengungsi dan imigran.

"Untuk orang-orang yang benar-benar membutuhkan perlindungan internasional seperti warga Suriah, ini berarti akses lebih cepat bagi hak mereka sebagai pengungsi, sehingga bisa menjalani hidup baru yang lebih aman dan berkumpul bersama keluarga mereka," tutur juru bicara UNHCR, Susanne Stahel. (nvc/ita)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads