"Kami akan meningkatkan jumlahnya menjadi 85 ribu pengungsi, termasuk sedikitnya 10 ribu pengungsi dari Suriah, untuk tahun depan. Dan untuk tahun fiskal selanjutnya (2017), kita menargetkan (untuk menampung) 100 ribu pengungsi," tutur Menteri Luar Negeri AS, John Kerry seperti dilansir AFP, Senin (21/9/2015).
Untuk tahun fiskal yang berakhir September 2015, AS telah menampung sekitar 70 ribu pengungsi. Namun jumlah itu menjadi sangat kecil jika dibandingkan dengan 1 juta pengungsi yang ditampung otoritas Jerman sepanjang tahun ini. AS pun menuai kritikan dan didesak menampung lebih banyak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun lanjut Kerry, keinginan ini terhalang oleh aturan keamanan ketat yang diberlakukan usai serangan teroris 11 September tahun 2001 lalu. Aturan keamanan ketat ini demi mengeliminasi ekstremis dan militan yang mungkin menyusup.
"Pasca (tragedi) 11 September, kami memiliki undang-undang baru, pemeriksaan latar belakang yang memakan waktu lebih lama dan kami tidak bisa mempersingkat (prosedurnya)," tandasnya.
Situasi ini semakin parah dengan ditambah kekhawatiran kalangan parlemen Partai Republik AS bahwa gelombang pengungsi dan imigran, khususnya dari Suriah, disusupi oleh militan radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). (nvc/ita)











































