Baik gempa bumi tahun 2010 maupun gempa pada Rabu (16/9) kemarin, sama-sama memicu tsunami. Menganalisis situasi ini, pakar bencana alam menyebut Chile telah banyak belajar dari bencana yang terjadi 5 tahun sebelumnya.
"Investasi Chile dalam membangun infrastruktur tahan uji, sistem peringatan dini dan perencanaan kota memastikan jumlah korban jiwa cukup rendah pada momen ini, meskipun gempa bumi yang terjadi sangat besar," tutur Direktur Badan Penanggulangan Bencana PBB (UNISDR), Margareta Wahlstroem dalam pernyataannya seperti dilansir AFP, Sabtu (19/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun pekan ini, saat gempa 8,3 SR yang tercatat sebagai gempa terkuat di dunia sepanjang tahun ini terjadi, hanya dalam beberapa menit otoritas Chile mengevakuasi sekitar 1 juta warganya. Peringatan tsunami juga diberlakukan untuk seluruh wilayah, sehingga semua pihak tetap waspada.
"Evakuasi 1 juta orang memastikan tidak ada pengulangan banyaknya nyawa terenggut seperti yang terjadi 5 tahun lalu," terang Wahlstroem.
Sejauh ini, korban tewas akibat gempa 8,3 SR mencapai 13 orang, dengan 6 orang lainnya masih hilang. Chile terletak di wilayah rawan gempa atau yang biasa disebut 'Ring of Fire'. Negara ini sudah sejak lama memberlakukan sistem teknologi antigempa, dengan menerapkan teknik isolasi gempa untuk melindungi gedung-gedung bertingkat. Latihan evakuasi gempa juga digalakkan di sejumlah wilayah serta sekolah-sekolah demi membuat warga waspada. (nvc/try)











































