"Kami berpacu dengan waktu," tutur juru bicara patroli laut Taiwan kepada AFP, Sabtu (19/9/2015).
Sejak insiden tabrakan terjadi pada Jumat (18/9) pagi hingga saat ini, belum ada satupun korban hilang yang ditemukan. Otoritas Taiwan menyebut ada 9 korban hilang yang terdiri atas satu kapten asal Taiwan, empat ABK asal China dan empat ABK asal Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perairan di sekitar lokasi dipenuhi jaring pencari ikan, ini membuat upaya pencarian oleh para penyelam sangat sulit," tutur seorang pejabat patroli pantai Taiwan, Tseng Shu-feng kepada wartawan.
Ditambahkan Tseng bahwa pihaknya juga berupaya menarik kapal nelayan yang tenggelam ke pelabuhan terdekat. Namun upaya ini gagal ketika kabel yang dipasang pada kapal tenggelam itu tiba-tiba putus di tengah jalan.
Insiden ini terjadi ketika kapal nelayan bernama Shih Hui 31 itu berlayar di perairan Chuwei, dekat kota Taoyuan pada Jumat (18/9) pagi. Di tengah pelayaran, kapal nelayan ini bertabrakan dengan kapal kargo pengangkut kerikil seberat 8 ribu ton. Penyebab tabrakan ini belum diketahui pasti. (nvc/faj)











































