Vatikan Mulai Tampung Keluarga Pengungsi Suriah

Vatikan Mulai Tampung Keluarga Pengungsi Suriah

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 18 Sep 2015 17:54 WIB
Vatikan Mulai Tampung Keluarga Pengungsi Suriah
Foto: REUTERS/Marko Djurica
Vatican City - Vatikan mulai menampung keluarga pengungsi yang melarikan diri dari perang di Suriah. Hal ini menanggapi seruan dari Paus Fransiskus agar setiap paroki gereja di Eropa menampung pengungsi.

Satu keluarga asal Suriah yang terdiri atas ayah, istri dan dua anaknya ditampung oleh Vatikan. Keluarga ini datang dari Damaskus dan diketahui sebagai jemaat Gereja Katolik Yunani Melkite, yang memiliki hubungan dekat dengan Gereja Katolik Roma.

Dalam pernyataannya, seperti dilansir Reuters, Jumat (18/9/2015), otoritas Vatikan menyebut keluarga ini tiba di wilayah Italia pada 6 September lalu. Tidak disebut identitas keluarga Suriah ini. Namun disebutkan keempatnya telah mengajukan permohonan suaka pada otoritas Vatikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sesuai hukum, untuk enam bulan pertama setelah mengajukan suaka, mereka yang mencari perlindungan internasional belum bisa bekerja. Selama masa ini, mereka akan dibantu dan ditemani oleh paroki Santa Anna," demikian pernyataan otoritas Vatikan.

Vatikan yang merupakan negara kecil di tengah wilayah Roma ini, terdiri atas dua paroki -- Santa Anna dan St Peter's Basilica. Paroki merupakan wilayah penggembalaan yang dikepalai pastur. Otoritas Vatikan belum bisa menyebutkan keluarga kedua yang akan ditampung oleh paroki St Peter's.

Ratusan ribu orang, yang sebagian besar melarikan diri dari perang dan kemiskinan di Timur Tengah dan Afrika memenuhi wilayah Eropa sepanjang tahun ini. Kondisi ini memicu situasi krisis bagi negara-negara Eropa yang diharapkan bisa menampung mereka.

Berusaha membantu meringankan krisis ini, Paus Fransiskus menyerukan kepada sekitar 120 ribu paroki yang tersebar di wilayah Eropa agar masing-masing menampung sedikitnya satu keluarga. Sebagian besar warga Suriah beragama Islam, namun ada komunitas kecil warga Nasrani yang merupakan salah satu komunitas tertua di dunia, yang mencapai 10 persen dari total populasi sebelum konflik pecah pada tahun 2011. (nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads