Perjalanan Hidup Ahmed: dari Sudan, Manhattan Hingga Bertemu Obama

Perjalanan Hidup Ahmed: dari Sudan, Manhattan Hingga Bertemu Obama

Salmah Muslimah - detikNews
Jumat, 18 Sep 2015 13:59 WIB
Perjalanan Hidup Ahmed: dari Sudan, Manhattan Hingga Bertemu Obama
Ahmed dan ayahnya (Foto: Ben Torres/Getty Images)
Jakarta - Ahmed Mohamed (14) pelajar MacArthur High School menjadi pembicaraan publik karena jam digital buatannya yang disangka bom oleh pihak sekolah. Ahmed sempat diborgol dan dibawa ke kantor polisi untuk diinterogasi.

Kasus Ahmed ini mendapat perhatian dan dukungan banyak pihak, Ahmed sempat menjadi trending topic world wide Twitter dengan tagar #IStandWithAhmed. Bahkan Presiden Obama hingga CEO Facebook juga memberikan dukungannya. Ahmed diundang ke Gedung Putih dan kantor Facebook.

Dikutip dari northdallasgazette.com, Ahmed berasal dari keluarga keturunan Sudan yang menjadi imigran di Amerika Serikat sejak tahun 1980an. Ayahnya bernama Mohamed Elhassan Mohamed yang memiliki 7 orang anak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ayah Ahmed awalnya tinggal Manhattan dengan berjualan hotdog, permen dan koran. Namun hidupnya tak membaik sehingga dia pindah ke Dallas, Texas. Di Texas dia pernah menjadi pengantar pizza dan menjadi sopir taksi, sampai akhirnya bisa mempunyai perusahaan taksi sendiri dan dijual ke perusahaan taksi Yellow Cab.

Ayah Ahmed memliki usaha reparasi komputer di Irving, Texas. Tahun 2010 dan 2015 pernah mencalonkan diri menjadi Presiden Sudan, namun tidak lolos seleksi. Dia juga pernah menantang pendeta di Florida yang membakar Alquran, Terry Jones.

Dilansir nydailynews.com Elhassan mengatakan anaknya Ahmed merupakan remaja cerdas dan brilian. "Saya bangga kepada anak saya. Dia sangat pintar dan brilian," ucap Elhassan

Menurut Elhassan, Ahmed sangat suka mengotak-atik barang-barang di rumah. Ahmed juga suka memperbaiki barang-barang elektronik yang rusak.

"Dia memperbaiki mobil saya, perabot elektronik, HP saya, TV saya, Go-cart nya, komputer saya. Ini jujur saya katakan," kata Elhassan.

Kasus Ahmed ramai di media sosial. Tagar #IStandWithAhmed pun sempat menjadi trending topic world wide. Kasus ini menghebohkan Amerika Serikat karena polisi dan guru dianggap diskriminatif. Banyak yang kemudian mendukung Ahmed. Termasuk Presiden AS Barack Obama mengundangnya ke Gedung Putih.

"Jam yang keren Ahmed. Maukah kamu membawanya ke Gedung Putih? Kita harus menginspirasi lebih banyak anak seperti kamu agar menyukai ilmu sains. Itulah yang membuat Amerika hebat," tulis Obama di Twitter resminya.

Dok Twitter





(slm/mad)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads