Proyek Perusahaan Keluarga Osama bin Laden Tak Terpengaruh Sanksi Saudi

ADVERTISEMENT

Proyek Perusahaan Keluarga Osama bin Laden Tak Terpengaruh Sanksi Saudi

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 18 Sep 2015 11:43 WIB
Suasana terkini di Masjidil Haram (Gagah Wijoseno/detikcom)
Riyadh - Proyek pembangunan yang melibatkan Saudi Binladin Group (SBG) yang bertanggung jawab atas perluasan Masjidil Haram, akan tetap dilanjutkan. Hal ini dilakukan meski otoritas Arab Saudi menerapkan sanksi bagi perusahaan milik keluarga mendiang Osama bin Laden tersebut.

Namun demikian, otoritas Saudi akan melakukan pengkajian lebih lanjut terhadap proyek-proyek yang tengah dikerjakan oleh SBG. Demikian disampaikan pejabat senior Saudi seperti dilansir Reuters, Jumat (18/9/2015).

Pengadilan Kerajaan Saudi pada Selasa (15/9) memutuskan melarang SBG untuk terlibat dalam proyek baru. Pengadilan juga menyatakan, proyek-proyek SBG yang sudah berjalan akan dikaji secara mendalam oleh Kementerian Keuangan Saudi.

Sedangkan anggota komisaris dan pejabat eksekutif senior perusahaan tersebut dilarang untuk bepergian keluar Saudi.

Hasil penyelidikan awal terhadap tragedi crane jatuh pada 11 September lalu, menunjukkan perusahaan kontraktor terbesar di Saudi itu ikut terlibat. Perusahaan itu dianggap lalai tidak memberikan pengamanan yang layak dan tidak menjamin keselamatan dalam proyek di Masjidil Haram, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Dituturkan seorang sumber pejabat senior Saudi, keputusan pengadilan tidak mempengaruhi proyek-proyek yang telah dijalani oleh SBG. Sedangkan pengkajian yang dilakukan, menurut pejabat ini, adalah untuk memastikan seluruh proyek yang melibatkan SBG sudah mengikuti aturan keselamatan.

SBG merupakan perusahaan konstruksi yang dimiliki oleh keluarga mendiang Osama bin Laden, pemimpin Al-Qaeda. Selama 4 tahun, perusahaan ini mengerjakan proyek perluasan Masjidil Haram demi mengakomodasi jumlah jemaah haji yang terus meningkat. SBG tergolong sering dilibatkan otoritas Saudi dalam setiap proyek besar atau sensitif di negara tersebut. (nvc/ita)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT