Demikian seperti dilansir kantor berita Reuters, Jumat (18/9/2015).
Sebelumnya pada Rabu, 16 September waktu setempat, para personel RSP menyerbu ke ruang pertemuan kabinet dan menahan presiden interim Michel Kafando, perdana menteri interim Isaac Zida dan dua menteri Burkina Faso. RSP kemudian membubarkan pemerintahan dan mengumumkan pembentukan "Dewan Demokrasi Nasional" sebagai ganti pemerintahan transisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dokter-dokter di rumah sakit utama di ibukota Ouagadougou, dalam bentrokan tersebut, tiga orang tewas dan setidaknya 60 orang lainnya harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami berbagai luka-luka.
Kekacauan di negara Afrika Barat tersebut terjadi hanya beberapa pekan menjelang pemilihan presiden dan legislatif, yang akan digelar pada 11 Oktober mendatang. Ini akan menjadi pemilu pertama yang digelar menyusul tergulingnya presiden Blaise Compaore yang telah berkuasa selama 27 tahun.
Compaore kabur ke Pantai Gading setelah aksi demo besar-besaran memaksanya mundur. Demo tersebut dipicu oleh upayanya untuk memperpanjang kekuasaannya yang telah berlangsung 27 tahun.
(ita/ita)











































