Intelijen Jerman Sebut Kelompok Salafi Berusaha Rekrut Pengungsi

Intelijen Jerman Sebut Kelompok Salafi Berusaha Rekrut Pengungsi

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 18 Sep 2015 10:20 WIB
Intelijen Jerman Sebut Kelompok Salafi Berusaha Rekrut Pengungsi
Foto: REUTERS/Laszlo Balogh
Berlin - Otoritas intelijen Jerman menyebut kelompok Islamis Salafi berusaha merekrut para pengungsi. Modus perekrutan ini dengan dalih menawarkan bantuan untuk para pengungsi yang baru tiba di Jerman.

Salafi merupakan kelompok ultra-konservatif Sunni Islam yang berkembang cepat di Jerman. Oleh Jerman, Salafi dianggap sebagai salah satu ancaman terbesar bagi keamanan nasional negara tersebut.

Dengan adanya krisis imigran yang melanda Eropa, otoritas Jerman bersedia menampung sekitar 800 ribu pengungsi, sepanjang tahun ini. Kebanyakan pengungsi datang dari Suriah, Irak dan Afghanistan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami mengamati bahwa Salafi bertindak seperti dermawan dan penolong, secara sengaja untuk berkomunikasi dengan para pengungsi dan kemudian mengundang mereka ke masjid-masjid terkait untuk merekrut mereka demi kepentingan mereka," ujar Kepala Badan Intelijen Domestik Jerman atau BfV, Hans-Georg Maassen kepada surat kabar Jerman, Rheinische Post dan dilansir Reuters, Jumat (18/9/2015).

Maassen menepis kekhawatiran militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) berusaha menyusupkan anggotanya ke gelombang pengungsi yang menuju Jerman. Menurutnya, BfV dan Badan Intelijen Asing BND telah menelusuri setiap petunjuk dan informasi terkait hal ini dan tidak menemukan bukti kuat.

Dijelaskan Maassen bahwa rute yang ditempuh para pengungsi terlalu berbahaya bagi 'teroris', karena mereka berisiko tewas atau malah ketahuan jika menyusup ke dalam gelombang pengungsi.

Pakar keamanan juga menyebut bahwa dugaan penyusupan oleh kelompok militan seperti ISIS ke dalam gelombang pengungsi di Eropa terlalu kecil kemungkinannya, jika dibandingkan dengan kekhawatiran para politikus. (nvc/ita)


Berita Terkait