Duh! Anak-anak Imigran Terpisah dari Keluarga di Perbatasan Hungaria

Duh! Anak-anak Imigran Terpisah dari Keluarga di Perbatasan Hungaria

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 17 Sep 2015 16:23 WIB
Duh! Anak-anak Imigran Terpisah dari Keluarga di Perbatasan Hungaria
Foto: REUTERS/Marko Djurica
Budapest - Penolakan Hungaria terhadap para imigran berujung bentrokan sengit di perbatasan Serbia. Amnesty International menyesalkan bentrokan ini, terutama karena banyak anak yang terpisah dari orang tuanya usai bentrokan.

Bentrokan sempat pecah di perbatasan Hungaria dengan Serbia, ketika Hungaria melarang para imigran untuk masuk ke wilayahnya. Amnesty International melaporkan sedikitnya 9 imigran termasuk empat anak-anak, terpisah dari keluarganya akibat bentrokan ini.

"Keluarga-keluarga ini putus asa dan ingin bertemu kembali dengan anak-anak mereka. Tidak hanya karena mereka mengalami perjalanan traumatis ke perbatasan, melainkan juga karena adanya penggunaan kekerasan oleh polisi -- sekarang mereka kehilangan rasa aman saat bersama orang tua mereka," tutur Direktur Penanggulangan Krisis pada Amnesty International, Tirana Hassan dalam pernyataannya dari lokasi kejadian, seperti dilansir AFP, Kamis (17/9/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Amnesty International menuturkan, anak-anak ini diduga dibawa oleh polisi Hungaria ke gedung pengawas perbatasan. "Otoritas Hungaria harus segera mengembalikan anak-anak ini kepada keluarganya," cetus Hassan.

Ayah seorang bocah 8 tahun menuturkan kepada Amnesty International: "Anak saya direnggut dari saya, ketika saya menggandeng tangannya dan kami terpisah sejak itu."

Amnesty juga menuturkan bahwa satu imigran lainnya tengah mencari dua anaknya, yang berusia 6 tahun dan 8 tahun. Sedangkan saksi mata mengaku melihat polisi Hungaria membawa seorang wanita imigran serta anaknya saat bentrokan terjadi dan membawa mereka pergi.

Bentrokan terjadi setelah ratusan imigran merasa frustrasi dengan penutupan perbatasan Hungaria. Padahal dalam beberapa minggu terakhir, Hungaria menjadi salah satu titik transit para imigran dan pengungsi yang ingin melanjutkan perjalanan ke wilayah Eropa lainnya. Bentrokan semakin meluas, setelah polisi menembakkan gas air mata dan meriam air ke arah imigran yang melemparkan tongkat, kayu dan botol.

Bentrokan ini memicu protes dari Perdana Menteri Serbia, Aleksandar Vucic yang menyebut Hungaria berlaku brutal dan bertindak tidak seperti negara Eropa. Vucic meminta otoritas Uni Eropa menanggapi hal ini. Hungaria menyebut pihaknya menangkap 29 imigran, termasuk satu orang yang disebut sebagai teroris. (nvc/ita)


Berita Terkait