Seperti dilansir CNN, Kamis (17/9/2015), saat berpidato dalam pembukaan parlemen pada Selasa (15/9) waktu setempat, Mugabe malah membawa naskah pidato kenegaraan yang telah dibacakannya pada 25 Agustus lalu. Juru bicara Mugabe, George Charamba pun memberikan penjelasan kepada publik.
"Telah terjadi pencampuran naskah pidato yang berakibat pada situasi di mana Yang Mulia Presiden menyampaikan pidato yang salah. Pencampuran ini terjadi di kantor sekretariat, oleh karena itu, (insiden) pidato di Parlemen harus disisihkan. Kesalahan ini sangat disesali dan tindakan korektif tengah dipertimbangkan," tutur Charamba.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan Menteri Informasi Zimbabwe, Jonathan Moyo membela Mugabe. Dia menyebut Presiden Amerika Serikat Barack Obama juga pernah melakukan kesalahan yang sama saat berpidato. Namun kritikan untuk Mugabe tetap mengalir.
"Membelanya (Mugabe) tidak membantu, ini pertanda jika dia sudah terlalu tua dan harus mengundurkan diri!" komentar warga Zimbabwe lainnya yang menyebut dirinya sebagai Mr X menanggapi pernyataan Moyo.
Mugabe yang menjabat sebagai Presiden Zimbabwe sejak 31 Desember 1987 ini tergolong jarang melakukan kesalahan saat pidato. Namun pada Desember 2014 lalu, Mugabe salah mengucapkan slogan partainya saat berteriak 'Turun bersama Zanu PF!'. Zanu PF atau Zimbabwe African National Union Patriotic Front adalah partainya sendiri. Para pengamat menyebut usia Mugabe yang sudah tua bisa jadi memicu insiden ini.
"Dia (Mugabe) seharusnya dimakzulkan. Dia sekarang jelas tidak mampu menyelesaikan tugas sebagai kepala negara," ujar juru bicara partai oposisi Zimbabwe, Movement for Democratic Change, Obert Gutu kepada wartawan di Harare. (nvc/ita)











































