Seperti dilansir AFP, Kamis (17/9/2015), getaran gempa ini dirasakan di wilayah lain, termasuk Buenos Aires yang berjarak sekitar 1.400 kilometer dari pusat gempa. Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) melaporkan, pusat gempa berada di lokasi berjarak 228 kilometer dari ibu kota Santiago, atau sekitar 54 kilometer dari kota di Illapel.
"Kami panik dan lantai tetap berguncang. Kami keluar ke lorong dan turun lewat tangga," tutur Celina Atrave (65) yang tinggal di lantai 25 apartemen di kawasan pusat kota Buenos Aires kepada AFP.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gempa 8,3 SR ini tidak hanya memicu peringatan tsunami untuk wilayah Chile dan Peru, melainkan juga di wilayah El Salvador, Amerika Tengah. Pusat Peringatan Tsunami Pasifik yang berbasis di Hawaii memperkirakan gelombang tsunami juga akan mencapai wilayah French Polynesia, Hawaii dan California, serta Jepang dan Selandia Baru. Namun gelombang tsunami itu diperkirakan tidak terlalu besar dan tidak bersifat menghancurkan.
Otoritas pertahanan sipil Peru belakangan menyatakan, peringatan tsunami untuk wilayahnya telah dicabut. Namun warga setempat, terutama yang tinggal di kota Ilo, dekat perbatasan Chile merasa ketakutan dan tetap berada di luar rumah, serta mengungsi ke dataran yang lebih tinggi.
Chile yang terletak di kawasan rawan gempa atau biasa disebut 'Cincin Api' tergolong sering dilanda gempa besar. Pada April 2014 lalu, gempa 8,2 SR mengguncang Chile bagian utara dan menewaskan 6 orang serta memaksa 1 juta orang mengungsi. Sedangkan pada 27 Februari 2010 lalu, wilayah Maule, Chile diguncang gempa berkekuatan 8,8 SR yang menewaskan lebih dari 500 orang. (nvc/ita)











































