Berdasarakan informasi yang dilansir CNN, Kamis (17/9/2015), warga sosial media langsung bereaksi terhadap apa yang menimpa Ahmed. Tagar #IStandWithAhmed pun sempat menjadi trending topic world wide setelah di tweet lebih dari 100.000 kali sejak Selasa (15/9) pagi.
Ahmed disebut-sebut diperlakukan demikian hanya karena ia muslim. Padahal, Ahmed hanya ingin menunjukan jam tersebut kepada guru Teknik Mesinnya agar ia bisa masuk klub robotik.
Presiden Amerika Serikat Barack Obama tak ketinggalan berkomentar terkait hal ini. Melalui akun twitternya @POTUS, Obama bahkan menawarkan kepada Ahmed untuk menunjukkan jam tersebut ke Gedung Putih.
"Cool clock, Ahmed. Want to bring it to the White House? We should inspire more kids like you to like science. It's what makes America great," tulis Obama pada Kamis (17/9) dini hari. (Jam yang bagus Ahmed. Apakah ingin membawanya ke Gedung Putih? Kita ingin menginspirasi lebih banyak anak-anak jadi sepertimu yang menyukai science. Itulah yang membuat Amerika hebat).
Saat ditangkap dengan diborgol, Ahmed sempat kebingungan. Berkali-kali ia menjelaskan kepada pihak kepolisian jika benda tersebut bukanlah bom seperti yang dituduhkan.
"Kami berusaha mengonfirmasi remaja tersebut tentang apa itu, ia memberitahu kami jika itu hanya sebuah jam," jelas Juru Bicara Kepolisian Irving, James MsLellan.
(rna/jor)











































