Seperti dilansir media setempat, News Straits Times dan The Star, Rabu (16/9/2015), demonstran merasa kesal karena tidak diizinkan melintasi kawasan Petaling Street hingga Padang Merbok. Mereka berteriak ke arah polisi dan melemparkan petasan.
"Kenapa kita tidak bisa masuk Petaling Street? Kami ingin masuk! Ini hak warga Melayu!" teriak para demonstran.
Kepolisian Malaysia menyatakan bahwa aksi unjuk rasa ini legal. Namun mereka menyatakan tiga lokasi, yakni Bukit Bintang, Petaling Street dan kawasan sekitar Low Yat Plaza terlarang bagi demonstran.
Ratusan personel kepolisian dikerahkan ke kawasan Petaling Street, Low Yat Plaza dan Pudu Sentral. Petaling Street dan Low Yat Plaza dikenal sebagai kawasan bisnis etnis China di Kuala Lumpur. Demonstran yang didominasi warga Melayu ini awalnya berniat melintasi kawasan tersebut. Namun polisi berusaha mengalihkan massa ke kawasan lain demi menghindari konflik. Kawasan-kawasan tersebut telah diblokir oleh polisi agar tidak dilewati demonstran.
Namun ketika demonstran nekat melintas, polisi Malaysia terpaksa menggunakan meriam air. Dilaporkan ada sekitar 3 ribu demonstran yang memaksa untuk melintasi kawasan ini.
Ribuan demonstran telah berkumpul di Padang Merbok sejak Rabu (16/9) siang untuk mendengarkan pidato dan puisi. Aksi ini juga digelar dalam rangka Malaysia Day, untuk memperingati berdirinya federasi Malaysia pada 16 September 1963 silam. Jumlah demonstran semakin meningkat ketika massa dari beberapa titik mulai bergerak ke kawasan tersebut. Disebutkan sedikitnya ada 200 bus yang membawa sekitar 8 ribu orang dari berbagai wilayah Malaysia. (nvc/ita)











































