Dukung Pemerintah, Ribuan Demonstran Kaus Merah Banjiri Kuala Lumpur

Dukung Pemerintah, Ribuan Demonstran Kaus Merah Banjiri Kuala Lumpur

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 16 Sep 2015 16:36 WIB
Dukung Pemerintah, Ribuan Demonstran Kaus Merah Banjiri Kuala Lumpur
Foto: REUTERS/Olivia Harris
Kuala Lumpur - Ribuan demonstran pendukung pemerintah Malaysia menggelar long march di Kuala Lumpur. Aksi ini dimaksudkan untuk menunjukkan dukungan terhadap pemerintah Malaysia dan sebagai tanggapan atas unjuk rasa Bersih yang anti-pemerintah.

Di sisi lain, aksi ini juga dianggap untuk menunjukkan dominasi etnis Melayu dalam politik Malaysia. Seperti dilansir AFP, Rabu (16/9/2015), aksi ini dicetuskan oleh tokoh United Malays National Organisation (UMNO) untuk menanggapi unjuk rasa menuntut Perdana Menteri Najib Razak mundur.

Sebagian besar demonstran yang ikut aksi di Kuala Lumpur ini merupakan warga etnis Melayu. Mereka kompak mengenakan kaos merah dan beberapa membawa spanduk serta meneriakkan slogan seperti 'Panjang umur Melayu'. Unjuk rasa Bersih sebelumnya identik dengan kaus warna kuning.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya datang untuk memperjuangkan hak-hak Melayu," tutur salah satu demonstran bernama Aswad Shaari (25), yang datang dari pinggiran Malaysia.

UMNO memang menguasai pemerintahan Malaysia selam 58 tahun dan banyak memberikan keuntungan bagi warga Melayu muslim. Malaysia hanya memiliki sedikit etnis China dan India. Aksi unjuk rasa ini diwarnai oleh sentimen rasial. Long march ini tadinya akan digelar di kawasan komersial dan distrik wisata yang didominasi warga China. Namun otoritas setempat menyatakan akan mengalihkan para demonstran ke wilayah lain demi menghindari masalah.

Ratusan polisi dikerahkan dan disebar di wilayah Kuala Lumpur. Beberapa kawasan bisnis etnis China sengaja diblokir oleh otoritas setempat. Penyelenggara unjuk rasa bersumpah bahwa aksi ini akan berlangsung damai.

Unjuk rasa Bersih yang digelar bulan lalu, bertujuan untuk menyerukan perlawanan terhadap pemerintah Malaysia serta menyerukan agar PM Najib mundur dari jabatannya. Seruan ini muncul setelah PM Najib, yang juga ketua UMNO terseret skandal korupsi perusahaan investasi milik negara 1Malaysia Development Berhad (1MDB). Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad juga ikut menyerukan hal yang sama. (nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads