Seperti dilansir AFP, Rabu (16/9/2015), sekitar 316 imigran akan diadili karena memotong maupun merusak pagar berduri yang dipasang di sepanjang perbatasan dengan Serbia. Sedangkan 51 imigran lainnya ditangkap karena masuk ke perbatasan Hungaria secara ilegal. Penangkapan ini terjadi sepanjang Selasa (15/9) waktu setempat.
Otoritas setempat telah memulai proses kriminal terhadap orang-orang yang ditangkap ini. Otoritas Hungaria mempersiapkan 30 hakim yang terus siaga di lokasi untuk langsung menyidangkan para pelanggar. Sebagian besar imigran yang ditangkap berasal dari Afghanistan maupun Suriah. Mereka dibawa oleh kantor polisi setempat, tepatnya di kota Tovarnik untuk didaftar dan kemudian menjalani pemeriksaan medis, sebelum akhirnya disidangkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aturan baru ini merupakan bagian dari strategi PM Orban untuk memutus gelombang imigran, yang sejauh ini mencapai lebih dari 200 ribu orang. Para imigran ini masuk dari Yunani menuju Semenanjung Balkan, sebelum akhirnya mencapai Hungaria untuk melanjutkan perjalanan ke negara Eropa Barat.
Di bawah aturan baru ini, setiap tindakan melintasi perbatasan dengan ilegal bisa berujung hukuman maksimal 3 tahun penjara. Hukuman semakin berat, mencapai 5 tahun penjara, jika pelanggar juga merusak pagar berduri atau pembatasan perbatasan yang masih dalam pembangunan.
Terhitung sejak Selasa (15/9), otoritas Hungaria resmi menutup perbatasan sebelah selatan, yang membatasi wilayah negara ini dengan Hungaria. Celah yang ada di antara pagar berduri di perbatasan ditutup dan dua perlintasan perbatasan dijaga ketat oleh polisi.
"Jumlah pelanggar perbatasan secara ilegal mengalami pengurangan secara signifikan," ucap juru bicara pemerintah Hungaria, Zoltan Kovacs kepada wartawan. (nvc/ita)











































