Hal tersebut disampaikan Assad dalam wawancara dengan media Rusia seperti dilansir kantor berita Reuters, Rabu (16/9/2015).
"Mengenai presiden, dia bisa berkuasa berkat persetujuan rakyat lewat pemilihan, dan jika dia mundur, dia mundur jika rakyat memang menginginkan itu, bukan karena penilaian Amerika Serikat, Dewan Keamanan PBB, Konferensi Jenewa atau Komunike Jenewa," cetus Assad dalam wawancara tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama ini pemerintahan negara-negara Barat sudah sering mendesak Assad untuk mengundurkan diri. Bahkan pengunduran diri Assad dianggap sebagai solusi untuk mengakhiri konflik di Suriah, yang kini diperparah dengan meluasnya keberadaan militan ISIS di negeri itu.
Assad mengatakan, Iran yang telah menyediakan bantuanย teknologi militer, telah berperan penting dalam memerangi terorisme di Suriah. Namun menurut Assad, Teheran tidak mengirimkan pasukan militer ke Damaskus.
Mengenai ISIS, Assad mengatakan, sejauh ini serangan-serangan udara Amerika Serikat dan koalisi di Suriah belum berhasil mencegah penyebaran para militan ISIS. (ita/ita)











































