Presiden Suriah Hanya Akan Mundur Jika Rakyat Menginginkan

Presiden Suriah Hanya Akan Mundur Jika Rakyat Menginginkan

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 16 Sep 2015 15:32 WIB
Presiden Suriah Hanya Akan Mundur Jika Rakyat Menginginkan
Foto: Diaa Al-Din
Damaskus, - Konflik berkepanjangan melanda Suriah. Presiden Suriah Bashar al-Assad menegaskan, dirinya hanya akan mundur dari jabatannya jika rakyat Suriah menginginkan hal tersebut dan bukan karena tekanan dari negara-negara Barat.

Hal tersebut disampaikan Assad dalam wawancara dengan media Rusia seperti dilansir kantor berita Reuters, Rabu (16/9/2015).

"Mengenai presiden, dia bisa berkuasa berkat persetujuan rakyat lewat pemilihan, dan jika dia mundur, dia mundur jika rakyat memang menginginkan itu, bukan karena penilaian Amerika Serikat, Dewan Keamanan PBB, Konferensi Jenewa atau Komunike Jenewa," cetus Assad dalam wawancara tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jika rakyat menginginkan dia untuk bertahan, presiden akan bertahan. Jika kasusnya sebaliknya, dia harus mundur secepatnya," tutur Assad.

Selama ini pemerintahan negara-negara Barat sudah sering mendesak Assad untuk mengundurkan diri. Bahkan pengunduran diri Assad dianggap sebagai solusi untuk mengakhiri konflik di Suriah, yang kini diperparah dengan meluasnya keberadaan militan ISIS di negeri itu.

Assad mengatakan, Iran yang telah menyediakan bantuanย  teknologi militer, telah berperan penting dalam memerangi terorisme di Suriah. Namun menurut Assad, Teheran tidak mengirimkan pasukan militer ke Damaskus.

Mengenai ISIS, Assad mengatakan, sejauh ini serangan-serangan udara Amerika Serikat dan koalisi di Suriah belum berhasil mencegah penyebaran para militan ISIS. (ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads