Libanon Ingatkan 2 dari 100 Pengungsi Suriah Mungkin Anggota ISIS

Libanon Ingatkan 2 dari 100 Pengungsi Suriah Mungkin Anggota ISIS

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 15 Sep 2015 17:24 WIB
Libanon Ingatkan 2 dari 100 Pengungsi Suriah Mungkin Anggota ISIS
Foto: REUTERS/Laszlo Balogh
Beirut - Otoritas Libanon memperingatkan bahwa dua dari 100 pengungsi Suriah bisa jadi merupakan anggota militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Peringatan ini disampaikan saat Perdana Menteri Inggris David Cameron datang mengunjungi kamp pengungsi di Libanon.

Ketika bertemu dengan PM Cameron, Menteri Pendidikan Libanon, Elias Bousaab memperingatkan bahwa militan radikal itu bisa saja mengirimkan pelaku jihad terlatih untuk menyamar dan kemudian menyerang target di negara-negara Barat. Demikian seperti dilansir media Inggris, Daily Mail, Selasa (15/9/2015)

Jika ini benar, maka berarti 400 orang dari 20 ribu pengungsi Suriah yang akan ditampung Inggris hingga tahun 2020, telah diradikalisasi. Bousaab menyebutkan, ISIS memilih target radikalisasi, termasuk anak-anak, di kamp pengungsi dan sekolah-sekolah sebelum menyelundupkannya ke Eropa, via Turki dan Yunani.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ditanya apakah ISIS mengirimkan anggotanya sendiri ke Eropa untuk menyamar, Bousaab menjawab: "Perasaan saya mengatakan iya, mereka melakukan operasi semacam itu. Tentu untuk pergi ke Eropa dan negara lainnya. Bisa dikatakan, sekitar 2 persen (dari total pengungsi) bisa jadi sudah radikal."

"Saya minta semua bekerja sama melawan ISIS, inilah solusinya, karena ISIS terus berkembang dan menjamur. ISIS semakin berbahaya karena mereka merekrut anak-anak dari sekolah. Mereka merekrut dari mana saja," sebutnya.

"Ini situasi yang sangat berbahaya dan dunia harus waspada dan mengambil tindakan. ISIS tidak akan berhenti di perbatasan Libanon, sebelum Anda tahu, ISIS sudah ada di Eropa," cetus Bousaab.

Belajar dari pengalaman menangani pengungsi Suriah, Bousaab menyatakan bahwa anggota ISIS yang menyusup tidak begitu terorganisir untuk menyeberang sendiri ke Eropa tanpa bantuan. Bousaab juga menyerukan agar bantuan untuk pengungsi tetap dialirkan. Karena menurutnya, tanpa pekerjaan dan tanpa pendidikan, para pengungsi akan semakin mudah direkrut ISIS.

"Menurut pendapat saya, demi para pengungsi, kita bisa membantu mereka untuk tetap berada di tempat mereka jika mereka mendapatkan layanan kesehatan yang layak, pendidikan yang layak, makanan yang layak," ucapnya. (nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads