Kepolisian Thailand Kaitkan Uighur dengan Ledakan Bom Bangkok

Kepolisian Thailand Kaitkan Uighur dengan Ledakan Bom Bangkok

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 15 Sep 2015 16:56 WIB
Kepolisian Thailand Kaitkan Uighur dengan Ledakan Bom Bangkok
Foto: REUTERS/Athit Perawongmetha
Bangkok, - Kepala kepolisian Thailand Somyot Poompanmoung mengaitkan ledakan bom Bangkok dengan warga minoritas Uighur China. Ini pertama kalinya dia mengaitkan langsung kelompok etnis tersebut.

Ledakan bom di Kuil Erawan, Bangkok menewaskan 20 orang, mayoritas warga China. Hal ini telah memicu kemungkinan adanya kaitan dengan para militan atau pendukung warga Uighur, yang mengaku mengalami penekanan di China.

Sebulan sebelum ledakan bom pada 17 Agustus itu, otoritas Thailand telah mendeportasi lebih dari 100 pengungsi Uighur ke China. Hal ini memicu kecaman internasional serta aksi-aksi protes di Turki. Warga nasionalis garis keras di Turki memandang Uighur sebagai bagian dari keluarga global berbahasa Turki tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Penyebabnya adalah jaringan penyelundupan manusia -- jaringan yang memindahkan Uighur dari satu negara ke negara lainnya. Otoritas Thai menghancurkan atau menghalangi bisnis penyelundupan manusia mereka," tutur Somyot kepada para wartawan hari ini saat menjelaskan motif ledakan bom Bangkok.

Seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (15/9/2015), ini pertama kalinya kepolisian Thai secara resmi mengaitkan Uighur dengan ledakan bom Bangkok.

Hampir sebulan sejak ledakan bom Bangkok, otoritas Thailand telah menahan dua warga asing dan mengeluarkan belasan surat perintah penangkapan.

Salah satu tersangka yang ditahan, Yusufu Mieraili, didapati memiliki paspor China dengan tempat kelahiran Xinjiang. Sementara hampir semua tersangka lain yang diidentifikasi memiliki nama-nama berbau atau terkait Turki.

(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads