Ledakan bom di Kuil Erawan, Bangkok menewaskan 20 orang, mayoritas warga China. Hal ini telah memicu kemungkinan adanya kaitan dengan para militan atau pendukung warga Uighur, yang mengaku mengalami penekanan di China.
Sebulan sebelum ledakan bom pada 17 Agustus itu, otoritas Thailand telah mendeportasi lebih dari 100 pengungsi Uighur ke China. Hal ini memicu kecaman internasional serta aksi-aksi protes di Turki. Warga nasionalis garis keras di Turki memandang Uighur sebagai bagian dari keluarga global berbahasa Turki tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (15/9/2015), ini pertama kalinya kepolisian Thai secara resmi mengaitkan Uighur dengan ledakan bom Bangkok.
Hampir sebulan sejak ledakan bom Bangkok, otoritas Thailand telah menahan dua warga asing dan mengeluarkan belasan surat perintah penangkapan.
Salah satu tersangka yang ditahan, Yusufu Mieraili, didapati memiliki paspor China dengan tempat kelahiran Xinjiang. Sementara hampir semua tersangka lain yang diidentifikasi memiliki nama-nama berbau atau terkait Turki.
(ita/ita)











































