AS dihadapkan pada risiko keamanan setelah Presiden Obama sepakat untuk menampung sekitar 10 ribu pengungsi Suriah. Politikus Partai Republik, Peter King yang mewakili wilayah New York tidak sepakat dengan keputusan Obama ini.
"Saya sangat khawatir karena kita bisa saja membiarkan teroris masuk ke negara ini. Sungguh tidak mungkin untuk memeriksa siapa saja yang datang dari Suriah," ucap Peter King dalam wawancara dengan Thomson Reuters Foundation, seperti dilansir Reuters, Selasa (15/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada jauh lebih banyak tempat di Arab Saudi ataupun di hampir seluruh negara-negara ini (Timur Tengah)," sebut King yang juga menjabat Ketua Komisi Keamanan Dalam Negeri Urusan Intelijen dan Pemberantasan Terorisme Parlemen AS.
Negara-negara Teluk memicu kritikan karena tidak lagi menampung pengungsi, sejak konflik Suriah pecah empat tahun lalu. Mengutip sumber dari kalangan pejabat Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, Saudi Press Agency (SPA) melaporkan bahwa Kerajaan Saudi telah menampung nyaris 2,5 juta warga Suriah, sejak konflik pecah di negara tersebut, namun tidak menangani mereka sebagai pengungsi.
Pekan lalu, Gedung Putih menyatakan AS akan menampung sedikitnya 10 ribu pengungsi Suriah mulai tahun depan. Juru bicara Gedung Putih, Josh Earnest menyatakan, proses pemeriksaan keamanan terhadap para pengungsi Suriah ini akan memakan waktu hingga 18 bulan. (nvc/ita)











































