Saat Trump berkampanye di arena olahraga American Airlines Center di Dallas, ribuan orang pendukungnya bersorak ketika kandidat unggulan partai Republik itu mengatakan bahwa sudah saatnya menghentikan imigrasi ilegal.
"Ini masalah yang masiv," cetus Trump di tengah teriakan riuh hadirin yang melambai-lambaikan bendera Amerika dan tanda kampanye Trump, seperti dilansir kantor berita Reuters, Selasa (15/9/2015).
Namun ketika kampanye berakhir, saat akan menuju ke kendaraan mereka masing-masing, para pendukung Trump dihadang ratusan demonstran. Kebanyakan dari demonstran tersebut warga Hispanik. Mereka berteriak-teriak mengejek pendukung Trump yang kemudian juga balas mengejek. Polisi pun datang untuk melerai kedua pihak.
Trump sebelumnya telah mengatakan, dirinya akan mendeportasi sekitar 11 juta orang yang diduga tinggal di AS secara ilegal dan membangun tembok antara AS dan Meksiko.
Bahkan dalam pidatonya pada 16 Juni lalu saat memulai kampanye kepresidenannya, Trump melontarkan kata-kata hinaan mengenai imigran asal Meksiko. "Mereka membawa narkoba, mereka mendatangkan kejahatan, mereka itu pemerkosa," cetus Trump saat itu.
Komentar tersebut sempat menuai kecaman berbagai pihak. Namun beberapa pekan setelah itu, Trump menegaskan bahwa hal itu tidak merusak popularitasnya di kalangan warga Latino. (ita/ita)











































