Turnbull kini resmi menjadi PM Australia ke-29 atau PM Australia keempat dalam waktu dua tahun terakhir, sebagai bagian dari tradisi politik terkini Australia yang dengan cepat mengganti pemimpin yang dianggap gagal.
"Ini waktu paling menyenangkan sebagai warga Australia," ujar Turnbull kepada para wartawan di Canberra usai kemenangannya dalam pemilihan internal Partai Liberal, seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (15/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Turnbull diambil sumpahnya oleh perwakilan Ratu Inggris di Australia, Gubernur-Jenderal Sir Peter Cosgrove. Setelah itu, dia akan menggelar sesi pertama sidang kabinetnya.
"Keyakinan kuat saya adalah bahwa untuk menjadi pemimpin yang berhasil pada 2015, mungkin juga kapan pun, Anda harus bisa membawa masyarakat mendukung Anda dengan menghormati inteligensia mereka dengan cara Anda menjelaskan hal-hal," tuturnya. "Kita butuh advokasi, bukan slogan-slogan," cetusnya.
Dalam pemilu internal Partai Liberal, Turnbull meraih kemenangan dengan perolehan 54 suara melawan 44 suara untuk Abbott. Dengan demikian, PM Abbott hanya 2 tahun menjabat dan selanjutnya harus menyerahkan jabatannya kepada Turnbull.
Turnbull yang berusia 60 tahun ini juga dikenal sebagai jutawan, mantan bankir dan pengusaha teknologi. Dalam pemerintahan PM Abbott, Turnbull menjabat sebagai Menteri Komunikasi.
Sementara itu, dalam pemilu internal untuk Wakil Ketua Partai Liberal, Julie Bishop yang menjabat Menteri Luar Negeri Australia meraih suara mayoritas melawan Menteri Pertahanan Kevin Andrews. Dengan mendapat perolehan 70 suara melawan 30 suara untuk Andrews, Bishop selanjutnya akan menjabat sebagai Wakil PM Australia. (ita/ita)











































