Sejak pecah pada tahun 2011, konflik Suriah telah memaksa lebih dari 4 juta orang mengungsi ke negara lain, seperti Turki, Yordania dan juga Libanon. Para pengungsi Suriah ini juga memilih negara-negara Eropa sebagai tujuan pengungsian mereka.
Libanon yang sejauh ini menampung lebih dari 1 juta pengungsi Suriah, menyerukan kepada negara-negara lain untuk ikut menampung pengungsi. PM Cameron yang mendapat tekanan dari banyak pihak, akhirnya bersedia menampung lebih banyak pengungsi. Namun Inggris hanya akan menampung para pengungsi yang telah ditampung di kamp, bukan pengungsi yang menempuh perjalanan berbahaya menuju daratan Eropa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya ada di Bekaa Valley, untuk melihat langsung penanganannya dan bertemu dengan beberapa pengungsi Suriah yang akan ditampung di Inggris. Saya mengakui bahwa krisis kemanusiaan di Suriah menempatkan tekanan besar pada negara Anda," tuturnya.
PM Salam menuturkan, Libanon kini menampung sekitar 1,5 juta pengungsi. PM Salam juga mengakui bahwa pihaknya berjuang keras untuk menangani gelombang besar imigran dari Suriah, yang merupakan negara tetangganya.
"Kami meyakini bahwa krisis pengungsi yang mencapai wilayah Eropa saat ini merupakan fenomena yang tidak dihentikan hingga kita menemukan solusi politik untuk mengakhiri perang di Suriah," ucapnya.
Inggris telah menjanjikan bantuan 100 juta poundsterling atau setara Rp 2,2 triliun untuk membantu pengungsi di beberapa negara. Dari jumlah tersebut, sekitar 29 juta poundsterling (Rp 638 miliar) akan diberikan untuk Libanon. (nvc/mad)











































