"Kami menyampaikan simpati dan belasungkawa kami kepada Kerajaan Arab Saudi," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS John Kirby kepada para wartawan seperti dilansir kantor berita Saudi, SPA, Sabtu (12/9/2015).
"Kami telah melihat pemberitaan pers mengenai kecelakaan crane di Makkah," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cuaca buruk diduga sebagai penyebab terjungkalnya crane yang memang ditempatkan di sekitar masjid tersebut. Saat kejadian, hujan deras, angin kencang dan petir menyambar-nyambar di sekitar masjid tersebut.
"Kami tahu otoritas Saudi tengah berada di lokasi, yang dengan cepat dan efisien mencoba menangani situasi ini. Sekali lagi, pikiran dan doa kami untuk mereka semua yang terluka dan orang-orang tercinta mereka," tutur Kirby.
Di lokasi kejadian memang sedang berlangsung pengerjaan proyek pembangunan. Pembangunan ini memang terus berjalan seiring dengan aktivitas ibadah para jamaah. Sebagaimana dilansir AFP, Sabtu (12/9/2015), megaproyek ini bertujuan memperluas area masjid hingga 400 ribu meter persegi.
Direncanakan, lokasi tawaf itu bakal bisa menampung 2,2 juta jemaah haji sekaligus. Karena proses pembangunan terus berjalan, kini banyak crane yang mengelilingi Masjidil Haram. Pembangunannya telah berlangsung lebih dari 2 tahun ini dan dijadwalkan selesai sebelum dimulainya musim Haji tahun ini pada 22 September.
Β
(ita/ita)











































