Banjir besar yang melanda wilayah Jepang bagian timur menewaskan sedikitnya 3 orang. Ribuan anggota tim penyelamat dikerahkan untuk mengevakuasi warga yang terjebak banjir.
Hujan paling deras dalam beberapa dekade terakhir tersebut, terus melanda wilayah Jepang. Situasi kian memburuk dengan adanya terjangan topan Etau, yang mencapai wilayah Jepang pada awal pekan ini dengan membawa angin kencang.
Seperti dilansir AFP, Jumat (11/9/2015), di kota Kanuma, utara Joso, seorang wanita berusia 63 tahun tewas tertimbun tanah longsor yang dipicu hujan deras. Sedangkan di wilayah Miyagi, seorang wanita berusia 48 tahun juga tewas akibat bencana alam ini. Korban ketiga merupakan seorang pria berusia 20-an tahun yang ditemukan tewas di prefektur Tochigi yang dilanda banjir parah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemandangan dari udara terlihat dramatis dengan banyaknya rumah warga yang tersapu banjir, hingga mengingatkan warga pada tsunami dahsyat yang menerjang Jepang pada 4 tahun lalu.
"Saya masih merasa trauma (akibat tsunami yang lalu). Saya siap untuk melarikan diri begitu perintah evakuasi dikeluarkan," tutur salah satu warga setempat kepada televisi setempat, NHK, dari tempat pengungsian di Minami Soma.
Juru bicara pemerintah Jepang, Yoshihide Suga menuturkan, sebanyak 5.800 tentara, polisi dan petugas pemadam kebakaran dikerahkan sejak Jumat (11/9) pagi ke area yang dilanda banjir untuk membantu evakuasi dan penyelamatan warga. (nvc/ita)











































