Dalam edisi terbaru majalah online Dabiq, ISIS menyinggung misi-misi diplomatik Jepang di Indonesia, Malaysia dan Bosnia-Hercegovina sebagai bagian dari target ancaman serangan kelompok radikal Sunni itu.
Juru bicara pemerintah Jepang Yoshihide Suga mengatakan kepada para wartawan di Tokyo, penjagaan keamanan akan ditingkatkan di hampir 200 misi diplomatik Jepang yang berada di seluruh dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Suga tidak menjelaskan lebih detail tentang langkah-langkah apa yang diambil terkait ancaman ISIS tersebut.
Dabiq merupakan majalah berbahasa Inggris yang menjadi sarana propaganda kelompok ISIS. Majalah yang mengambil nama dari kota kecil Suriah, Dabiq, tersebut diluncurkan pada tahun 2014.
Dalam edisi terbaru majalah online Dabiq, kelompok ISIS mengeluarkan kata-kata ancaman terhadap 70 "negara pasukan salib" dan "tentara-tentara murtad".
"Apa yang, misalnya, mencegah seorang jihadis menargetkan... komunitas di Dearborn, Michigan, Los Angeles, dan New York City? Atau menargetkan misi-misi diplomatik Panama di Jakarta, Doha dan Dubai? Atau menargetkan misi-misi diplomatik Jepang di Bosnia, Malaysia dan Indonesia? Atau menargetkan para diplomat Saudi di Tirana, Albania, Sarajevo, Bosnia, dan Pristina, Kosovo?" demikian disampaikan ISIS seperti dilansir kantor berita AFP.
Terkait ancaman ISIS tersebut, juru bicara Kedutaan Besar (Kedubes) Jepang di Jakarta, Erika Nakano mengatakan, gedung Kedubes Jepang memiliki penjagaan yang sangat ketat. Dia menolak berkomentar lebih jauh.
"Kami baik-baik saja dan kami menjalin hubungan yang baik dengan kepolisian Jakarta -- cuma itu yang bisa saya sampaikan," ujarnya kepada AFP.
(ita/ita)











































