Peringatan akan turunnya hujan lebat masih berlaku untuk sebagian wilayah Jepang utara hari ini. Namun banjir di kota Joso, kini sudah mulai surut. Padahal sebelumnya, banjir di kota itu telah menyeret rumah-rumah warga dan menumbangkan pohon-pohon.
Menurut stasiun televisi nasional NHK seperti dilansir AFP, Jumat (11/9/2015), seorang wanita berumur 63 tahun tewas ketika rumahnya hancur diterjang tanah longsor. Seorang wanita lainnya tewas setelah mobilnya terseret arus banjir. Setidaknya 23 orang mengalami luka-luka, delapan di antaranya luka serius.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagian wilayah Jepang telah mendapat curah hujan yang dua kali lebih tinggi dari biasanya dalam 48 jam hingga Kamis (10/9) siang waktu setempat. Akibatnya, banjir terparah dalam kurun waktu lebih dari 60 tahun melanda Jepang.
Terkait banjir ini, pemerintah telah mendirikan pusat emergensi.
"Pemerintah pusat, polisi, petugas pemadam kebakaran dan militer semuanya bekerja menjadi satu," kata kepala sekretaris kabinet Yoshihide Suga saat konferensi pers. "Kami sedang melakukan segala upaya dengan segenap kekuatan kami untuk menyelamatkan mereka yang perlu diselamatkan, secepat mungkin," tandasnya.
Sekitar 51 helikopter dan hampir 6 ribu penyelamat bekerja hingga Kamis (10/9) malam untuk mengevakuasi orang-orang yang terjebak di rumah-rumah yang terendam banjir.
(ita/ita)











































