Tersangka Pengatur Bom Bangkok Kabur ke Bangladesh

Tersangka Pengatur Bom Bangkok Kabur ke Bangladesh

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 10 Sep 2015 14:30 WIB
Tersangka Pengatur Bom Bangkok Kabur ke Bangladesh
Rekonstruksi bom Bangkok (REUTERS/Athit Perawongmetha)
Bangkok - Pemimpin kelompok bom Bangkok dilaporkan kabur ke Bangladesh, sebelum ledakan terjadi. Tersangka disebutkan kabur dengan menggunakan paspor dari negara China.

Informasi soal pemimpin kelompok bom Bangkok ini disampaikan oleh salah satu tersangka yang kini ditahan, Yusufu Mieraili. Kepada polisi, Mieraili menyebut seorang pria yang biasa dipanggil Ishan memainkan peranan penting dan memberikan tugas kepada tersangka lainnya.

"Pria yang dipanggil Ishan ini merupakan sosok penting dalam jaringan ini," tutur Wakil Kepala Kepolisian Nasional Thailand, Chakthip Chaijinda kepada Reuters, Kamis (10/9/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya tidak tahu asal kewarganegaraannya ... Bisa dikatakan Ishan merupakan salah satu tersangka yang paling dicari," imbuhnya.

Ishan diketahui pergi meninggalkan Thailand pada 16 Agustus, atau sehari sebelum ledakan terjadi. Seorang pejabat imigrasi setempat menuturkan, Ishan pergi keluar Thailand dengan menggunakan paspor China, namun tidak bisa dipastikan apakah paspor itu asli.

Lebih lanjut, Chakthip menyatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan otoritas Bangladesh untuk memeriksa laporan tersangka kabur ke negara tersebut.

Kepolisian Thailand saat ini tengah memburu tersangka pengatur bom Bangkok, yang menurut media Bangkok Post, diidentifikasi sebagai Abudureheman Abudusataer (27) alias Ishan. Menurut sumber yang memahami kasus ini, Mieraili (25) menuturkan pada polisi bahwa Ishan mengatur serangkaian pertemuan kelompok pengebom dan memberikan tugas kepada masing-masing dari mereka. Pertemuan ini digelar di Thailand, namun tidak disebut lokasi pastinya.

Juru bicara Kepolisian Nasional Thailand, Prawut Thavornsiri menyatakan, berdasarkan keterangan Mieraili, tersangka pengatur bom Bangkok memberikan instruksi melalui layanan pesan lewat telepon genggam Whatsapp. Namun hasil pemeriksaan terhadap telepon genggam tersangka lainnya tidak memberi banyak petunjuk.

Tersangka pengatur bom Bangkok, Abudureheman Abudusataer (Bangkok Post)
(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads