Pemilik kapal kargo Malaysia itu kehilangan kontak dengan kapal MV Sah Lian tersebut pada Kamis, 3 September lalu, saat berlayar di sepanjang pantai negara bagian Sarawak, Malaysia. Demikian disampaikan kepala penjaga pantai Sarawak, Laksamana Satu Ismaili Bujang Pit, seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (10/9/2015).
Kapal MV Sah Lian mengangkut kargo campuran termasuk produk besi, pipa dan makanan dari Kuching, ibukota Sarawak menuju kota Limbang, Malaysia. Kapal itu diawaki oleh 14 kru termasuk warga Malaysia, Indonesia, Myanmar dan India.
"Kami yakin kapal ini telah dibajak dan dibawa keluar perairan Malaysia. Kami yakin kapal mungkin berada di perairan Indonesia dekat kepulauan Natuna," ujar Ismaili.
Dikatakan Ismaili, tiga kapal dari Badan Penegakan Maritim Malaysia (MMEA) saat ini tengah mencari kapal yang hilang tersebut. Pihak MMEA juga telah meminta Thailand dan Vietnam untuk membantu pencarian.
Perairan Laut China Selatan telah lama dikenal sebagai wilayah perairan yang rawan aksi perompak. Pada Juni lalu, sebuah kapal tanker Malaysia juga telah dibajak di perairan Laut China Selatan. Otoritas melakukan pengejaran terhadap para perompak selama berhari-hari.
Sepekan setelah pembajakan itu, delapan WNI tersangka perompak ditangkap di sebuah pulau di Vietnam setelah terlihat melarikan diri dari tanker tersebut dengan mengenakan sekoci. Kasus tersebut saat ini tengah diselidiki oleh otoritas Indonesia, Vietnam dan Malaysia.
(ita/ita)











































