"Situasi saat ini tidak dapat diterima. Saya mendeteksi kita tidak akan menang untuk saat ini, kita membutuhkan usaha yang berlipat ganda," ujar Diplomat Senior Eropa, seperti dilansir AFP, Kamis (10/9/2015).
Pemerintah Barat saat ini berada di bawah tekanan untuk mengatasi krisis 380.000 migran dan pengungsi, termasuk di antaranya balita yang tenggelam dalam pelayaran di Mediterania, Aylan Kurdi. Sebanyak 4 juta warga Suriah melarikan diri dari tanah air mereka akibat perang saudara yang dimulai sejak 4 tahun lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun saat ini telah dibuka pangkalan udara baru Turki di Incirlik dan Diyarbakir perbatasan Suriah, dua per tiga dari 6.700 serangan udara yang dilakukan sejak Agustus 2014 terjadi di dalam negeri.
"Saat ini kesepakatan nuklir Iran sudah tak terlalu di luar pemikiran orang-orang, mereka ganti memikirkan bagaimana untuk berbuat lebih banyak mengenai Suriah," terang sumber Diplomat lainnya.
"Bangsa Eropa mendapat tekanan untuk bertindak dan memberi solusi yang lebih hebat," imbuhnya.
Irak telah mengeluarkan USD 4 juta untuk kampanye serangan udara koalisi terhadap ISIS. PM Australia Tony Abbott pun telah mengumumkan bahwa negaranya akan ikut ambil bagian dalam koalisi dan siap menambah daya tampung pengungsi sebanyak 12 ribu orang.
Bahkan Prancis telah melangkah lebih jauh. PM Prancis Manuel Valls menyebut Prancis telah melakukan aksi intelijen, pengawasan dan pengintaian melalui terkait. (rna/asp)











































