India Selidiki Dugaan Pemerkosaan PRT Nepal oleh Pejabat Kedubes Saudi

India Selidiki Dugaan Pemerkosaan PRT Nepal oleh Pejabat Kedubes Saudi

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 09 Sep 2015 19:02 WIB
India Selidiki Dugaan Pemerkosaan PRT Nepal oleh Pejabat Kedubes Saudi
Ilustrasi (Getty Images/Benjamin Howell)
New Delhi - Kepolisian India tengah menyelidiki tudingan bahwa seorang pejabat Kedutaan Besar Arab Saudi memperkosa dua pembantu rumah tangga (PRT) asal Nepal. Kasus ini memicu perdebatan soal kekebalan yang dimiliki para diplomat asing.

Dua korban yang dilaporkan berusia 30 tahun dan 50 tahun ini merupakan PRT yang bekerja di rumah pejabat kedutaan Saudi di New Delhi. Kepada polisi, kedua korban mengaku mereka diperkosa, dianiaya dan dibuat kelaparan serta disandera selama beberapa bulan.

Dituturkan kepolisian India, seperti dilansir Reuters, Rabu (9/9/2015), hasil pemeriksaan medis menunjukkan bahwa kedua korban memang telah diperkosa. Belum ada tanggapan resmi dari Kedubes Saudi atas kasus ini. Reuters berulang kali menghubungi pihak Kedubes Saudi di New Delhi, namun tidak dijawab.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Komisioner Polisi Navdeep Singh Virk menyatakan telah menanyakan kepada Kementerian Luar Negeri India dan juga Kedubes Saudi, soal kekebalan diplomatik yang dimiliki pejabat ini.

Polisi tidak bisa langsung menangkap diplomat, karena sesuai Konvensi Wina terkait Hubungan Diplomatik, diplomat memiliki kekebalan dari penangkapan, persidangan dan gugatan sipil di negara-negara mereka ditugaskan.

Namun pemerintah India bisa menekan pemerintah negara lain untuk mencabut kekebalan diplomatik dalam kasus-kasus yang dianggap kejahatan serius. "Jika mereka (pemerintah negara lain) menolak , maka satu-satunya pilihan adalah mengusir orang itu keluar," tutur diplomat veteran India, G Parthasarathy.

Polisi menuturkan, kedua korban diselamatkan pada Senin (7/9) setelah polisi mendapat informasi dari sebuah LSM dan beberapa pejabat pada Kedutaan Besar Nepal di New Delhi. Pihak Kedubes Nepal menyatakan menunggu penyelidikan kepolisian diselesaikan sebelum mengirimkan nota protes kepada Kedubes Saudi. (nvc/mad)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads