Jalani Rekonstruksi, Tersangka Bom Bangkok Dikawal Ketat

Jalani Rekonstruksi, Tersangka Bom Bangkok Dikawal Ketat

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 09 Sep 2015 18:06 WIB
Jalani Rekonstruksi, Tersangka Bom Bangkok Dikawal Ketat
Rekonstruksi bom Bangkok (REUTERS/Athit Perawongmetha)
Bangkok - Tersangka bom Bangkok, Yusufu Mieraili menjalani rekonstruksi atas setiap pergerakannya saat ledakan terjadi. Rekonstruksi ini digelar dengan pengawalan ketat oleh polisi dan tentara Thailand, hingga sempat memicu kemacetan.

Dilaporkan media setempat, Bangkok Post, Rabu (9/9/2015), Mieraili yang ditangkap pada 1 September lalu di Provinsi Sa Kaeo, dekat perbatasan Kamboja ini telah mengakui dirinya bagian dari jaringan pengebom. Proses rekonstruksi dimulai pada Selasa (8/9) di apartemen Maimuna Garden Home, distrik Min Buri, tempat Mieraili tinggal sebelum ledakan terjadi.

Mieraili kemudian dibawa ke apartemen Pool Anant, distrik Nong Chok, di mana dia mengambil sebuah tas ransel hitam. Di apartemen ini, polisi telah melakukan penggerebekan dan menemukan bahan peledak serta banyak paspor palsu. Dari apartemen tersebut, Mieraili pergi ke stasiun Hua Lamphong dengan taksi dan menyerahkan ransel hitam, yang berisi bom itu kepada tersangka utama, atau pria berkaus kuning dalam CCTV.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilanjutkan pada Rabu (9/9) pagi, rekonstruksi dimulai di stasiun Hua Lamphong di mana Mieraili menumpang tuk-tuk menuju Wat Pathumwanaram, Ratchaprasong. Dari sana, dia berjalan ke plaza di depan pusat perbelanjaan CentralWorld yang berseberangan dengan Kuil Erawan yang diguncang ledakan dahsyat pada 17 Agustus lalu.

Di lokasi itu, Mieraili menunggu dan kemudian mengambil foto saat ledakan terjadi. Mieraili sempat diketahui ada di sekitar Kuil Erawan saat ledakan terjadi. Usai mengambil foto, Mieraili naik taksi ke Ramkamhaeng dan melanjutkan perjalanan dengan bus untuk pulang ke distrik Min Buri.

Proses rekonstruksi ini berlangsung selama 1 jam dengan pengawalan yang sangat ketat. Polisi dan tentara tersebar di berbagai lokasi, saat rekonstruksi digelar hingga memicu kemacetan di persimpangan Ratchaprasong.

Juru bicara Kepolisian Nasional Thailand, Prawut Thavornsiri menegaskan, Mieraili menjadi bagian penting dalam penyelidikan bom Bangkok. Oleh otoritas Thailand, Mieraili dijerat dakwaan kepemilikan bahan peledak ilegal dan dakwaan tambahan terlibat dalam pengeboman. (nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads