Dilaporkan media setempat, Bangkok Post, Rabu (9/9/2015), Mieraili yang ditangkap pada 1 September lalu di Provinsi Sa Kaeo, dekat perbatasan Kamboja ini telah mengakui dirinya bagian dari jaringan pengebom. Proses rekonstruksi dimulai pada Selasa (8/9) di apartemen Maimuna Garden Home, distrik Min Buri, tempat Mieraili tinggal sebelum ledakan terjadi.
Mieraili kemudian dibawa ke apartemen Pool Anant, distrik Nong Chok, di mana dia mengambil sebuah tas ransel hitam. Di apartemen ini, polisi telah melakukan penggerebekan dan menemukan bahan peledak serta banyak paspor palsu. Dari apartemen tersebut, Mieraili pergi ke stasiun Hua Lamphong dengan taksi dan menyerahkan ransel hitam, yang berisi bom itu kepada tersangka utama, atau pria berkaus kuning dalam CCTV.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di lokasi itu, Mieraili menunggu dan kemudian mengambil foto saat ledakan terjadi. Mieraili sempat diketahui ada di sekitar Kuil Erawan saat ledakan terjadi. Usai mengambil foto, Mieraili naik taksi ke Ramkamhaeng dan melanjutkan perjalanan dengan bus untuk pulang ke distrik Min Buri.
Proses rekonstruksi ini berlangsung selama 1 jam dengan pengawalan yang sangat ketat. Polisi dan tentara tersebar di berbagai lokasi, saat rekonstruksi digelar hingga memicu kemacetan di persimpangan Ratchaprasong.
Juru bicara Kepolisian Nasional Thailand, Prawut Thavornsiri menegaskan, Mieraili menjadi bagian penting dalam penyelidikan bom Bangkok. Oleh otoritas Thailand, Mieraili dijerat dakwaan kepemilikan bahan peledak ilegal dan dakwaan tambahan terlibat dalam pengeboman. (nvc/ita)











































