Mahathir berulang kali menyerukan agar PM Najib mengundurkan diri dari jabatannya, terkait skandal korupsi dan penyelewengan pengelolaan perusahaan investasi milik negara, 1Malaysia Development Berhad (1MDB). Demikian seperti dilansir Reuters, Rabu (9/9/2015).
Seruan keras Mahathir ini memicu kekhawatiran perpecahan dalam tubuh United Malays National Organisation (UMNO), yang merupakan partai politik terbesar di Malaysia. Sebabnya, Mahathir yang berusia 90 tahun ini masih menjadi tokoh berpengaruh di Malaysia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepolisian Malaysia menyebut komentar Mahathir itu layak diselidiki. Namun Mahathir yang pernah menjabat sebagai PM Malaysia terlama ini tetap tenang.
"Selidiki saja...itu pekerjaan mereka," tutur Mahathir kepada wartawan dan puluhan pendukungnya yang berkumpul di Bandara Kuala Lumpur, yang menyambutnya pulang dari perjalanan pribadi ke Yordania.
Ketika ditanya kemungkinan dirinya bisa ditahan, Mahathir menjawab: "Saya pikir mereka tidak seharusnya (menahan), tapi saya akan patuh." (nvc/ita)











































