Seperti dilansir CNN, Rabu (9/9/2015), Trump menyebut krisis imigran di Eropa sebagai masalah kemanusiaan yang luar biasa. Trump yang sering menyampaikan retorika anti-imigran dalam kampanyenya ini, ternyata mendukung gagasan agar AS menampung lebih banyak pengungsi Suriah.
Meskipun miliarder ternama ini juga memahami adanya risiko keamanan yang dibawa para pengungsi Suriah tersebut, salah satunya kecurigaan dan kekhawatiran adanya individu terkait militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) yang menyusup di antara pengungsi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Trump selama ini selalu menyerukan agar pemerintah AS menyelesaikan permasalahan sendiri sebelum mengintervensi permasalahan dunia dan membantu yang lain. Trump juga banyak mengkritik kebijakan Perang Irak dan bantuan AS kepada Mesir, juga menyalahkan China karena tidak ikut bertanggung jawab dalam menangani ancaman internasional seperti ISIS.
"Kita memiliki permasalahan perbatasan kita sendiri yang juga besar, yang telah saya ekspos. Negara kita hancur ... Kita sekarang berutang US$ 19 triliun. Ini semakin memburuk dengan cepat ... Ada banyak hal yang bisa kita lakukan," ucap Trump dalam wawancara dengan CNN pada 4 September lalu.
(nvc/ita)











































