Rezim Suriah sejak Senin, 7 September waktu setempat telah menghentikan serangan-serangan udara terhadap pemberontak di wilayah Suriah tengah dikarenakan badai pasir. Ini terkait dengan buruknya jarak pandang akibat badai pasir yang melanda sebagian wilayah Suriah.
Menurut surat kabar pro-pemerintah Suriah, Al-Watan seperti dilansir NBC News, Rabu (9/9/2015), badai pasir telah menyebabkan rezim Suriah menghentikan serangan-serangan udara terhadap pemberontak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aktivis Hadi al-Abdallah di provinsi Idlib membenarkan, tak ada serangan-serangan udara di wilayah pinggiran Suriah utara, yang biasanya dibombardir setiap hari.
"Ini badai pasir terparah yang pernah saya lihat. Saya tak bisa melihat benda sejauh lima meter. Sebagian besar orang tetap berada di dalam ruangan," ujarnya kepada Al-Jazeera.
Sejauh ini, enam orang dilaporkan tewas di Suriah akibat badai pasir ini, termasuk dua bocah. Badai pasir ini paling parah dialami oleh para pengungsi yang tinggal di puluhan kamp resmi dan tak resmi di sejumlah wilayah Suriah. Selain Suriah, badai pasir ini juga melanda sebagian wilayah Arab Saudi, Israel, Libanon, Yordania, Siprus dan Irak. (ita/ita)











































