Jurnalis olahraga dari surat kabar Inggris, The Guardian, Jacob Steinberg merupakan salah satu penumpang pesawat tersebut. Steinberg menuturkan dirinya tengah tertidur saat pesawat hendak lepas landas, namun merasakan pesawat berhenti tiba-tiba.
"Saya bisa mencium dan melihat asap, tapi di sisi pesawat lainnya. Satu orang mengatakan api melelehkan beberapa jendela. Mereka kemudian membuka pintu belakang dan seluncuran darurat dibuka dan asap mulai masuk ke dalam pesawat, diikuti oleh pergerakan menggila (dari penumpang). Banyak kepanikan," tutur Steinberg melalui akun Twitter-nya, seperti dilansir Reuters, Rabu (9/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Melihat api di mesin pesawat," ucapnya seperti dilansir CNN.
Pesawat kemudian berhenti bergerak dan pilot pesawat menyampaikan pemberitahuan lewat interkom bahwa ada situasi darurat, penumpang harus dievakuasi. Ketika salah satu pintu darurat dibuka, sebut Jennings, asap masuk ke dalam pesawat dan orang-orang mulai panik. Dengan dikawal awak pesawat, lanjut Jennings, penumpang dievakuasi keluar.
Paul Berberian, yang baru mendarat dari Denver, Colorado, AS menyatakan kekagumannya akan bagaimana cepatnya orang-orang dievakuasi. "Seperti hanya beberapa detik, sungguh efisien. Segera setelah seluncuran terbuka, lima detik kemudian orang-orang meluncur ke bawah ... dan berlari menjauh," tutur Berberian kepada wartawan CNN, Anderson Cooper.
Pihak Bandara Internasional McCarran, Las Vegas menyatakan, api yang membakar pesawat telah dipadamkan dan seluruh penumpang telah dievakuasi keluar pada Selasa (8/9), pukul 16.18 waktu setempat, atau selang 5 menit setelah panggilan darurat disampaikan. (nvc/ita)











































