"Kebanyakan ialah pengungsi yang melarikan diri dari perang, teror, tapi kita tidak bisa melupakan Daesh yang ada di sana dan kelompok barbar ini telah menunjukkan mereka mampu mewujudkan ancaman mereka," tutur Menteri Dalam Negeri Spanyol, Jorge Fernandez Diaz kepada ABC dan dilansir AFP, Selasa (8/9/2015). Daesh merupakan nama Arab dari ISIS.
"Bagaimana bisa kita meragukannya, bisa jadi di antara gelombang orang-orang ini yang bukan pengungsi sesungguhnya, bisa menyusupkan diri mereka. Di samping itu, jelas bahwa orang-orang ini mengungs dari Suriah dan Daesh ada di sana," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namun pengawasan harus diperkuat untuk menyambut orang-orang ini," tambah Diaz.
Pemimpin Komisi Eropa, Jean-Claude Juncker akan mengungkapkan rencana baru untuk menangani gelombang pengungsi ini pada Rabu (9/9) besok. Rencana ini termasuk aturan baru untuk merelokasi 120 ribu pengungsi yang kini ada di kawasan Uni Eropa, di bawah sistem kuota wajib.
Disebutkan bahwa dalam proposal Juncker tersebut, Jerman dan Prancis akan menampung separuh pengungsi untuk meringankan beban Yunani, Italia dan Hungaria. Sedangkan Spanyol sendiri, menurut sumber otoritas Eropa kepada AFP, akan menampung sekitar 15 ribu pengungsi. (nvc/ita)











































