Thailand Buru 2 Tersangka Baru Bom Bangkok

Thailand Buru 2 Tersangka Baru Bom Bangkok

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 08 Sep 2015 15:58 WIB
Thailand Buru 2 Tersangka Baru Bom Bangkok
Tersangka baru bom Bangkok, Abdullah Abdulrahman (REUTERS/Thai Police/Handout via Reuters)
Bangkok - Dua surat perintah penangkapan untuk tersangka baru bom Bangkok kembali dirilis Kepolisian Thailand. Kedua tersangka baru ini dicari polisi terkait kepemilikan bahan peledak.

Seperti dilansir media setempat, Bangkok Post, Selasa (8/9/2015), dua surat perintah penangkapan ini dirilis untuk seorang pria yang diidentifikasi sebagai Abdullah Abdulrahman dan seorang pria lainnya yang tidak disebut identitasnya. Kedua tersangka baru ini disebut sebagai warga negara asing dan Abdullah disebut memiliki tinggi badan 180 sentimeter.

Juru bicara Kepolisian Thailand, Prawut Thavornsiri menyebut dua tersangka baru itu juga menyewa apartemen di kompleks yang sama dengan tersangka lainnya. Keduanya dijerat dakwaan kepemilikan bahan peledak ilegal dan perlengkapan militer tanpa izin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan pengumuman dua tersangka baru ini, berarti total ada 12 tersangka yang diyakini terlibat dalam kasus ini. Dengan 10 tersangka di antaranya masih diburu polisi, termasuk satu tersangka utama yang terekam CCTV sebagai pria berkaus kuning.

Pada Senin (7/9), otoritas Thailand menginterogasi dua pria berkewarganegaraan India terkait kasus yang sama. Sumber kepolisian setempat menyebut, kedua pria India ini terekam CCTV berada di apartemen yang sama tempat polisi menyita bahan peledak pada 30 Agustus lalu.

"Rekaman CCTV menunjukkan dua pria itu masuk dan meninggalkan apartemen sebelah (apartemen tersangka) cukup sering, sebelum ledakan terjadi," tutur pejabat kepolisian senior dari distrik Min Buri, Bangkok seperti dikutip Reuters.

Kedua pria asal India ini tidak ditahan oleh otoritas Thailand. Namun, mereka telah diinterogasi oleh militer setempat terkait aktivitas mereka sebelum ledakan terjadi di Kuil Erawan pada 17 Agustus lalu. Menurut sumber ini, kedua pria yang tidak disebut identitasnya ini sempat bertemu dan mengobrol beberapa kali dengan salah satu tersangka yang kini ditahan, Yusufu Mieraili.

Tersangka Mieraili sebelumnya mengakui dirinya dipekerjakan seseorang untuk merakit bom, dan mengaku telah menyerahkannya kepada tersangka utama, atau yang sering disebut sebagai pria berkaus kuning dalam rekaman CCTV. (nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads