Tersangka kelima disebut sebagai warga negara Turki dan ditahan di kota Bodrum, wilayah wisata Aegean. Tersangka dijerat dakwaan penyelundupan manusia dan menyebabkan banyak kematian. Demikian dilaporkan kantor berita Anatolia dan dilansir AFP, Selasa (8/9/2015).
Empat tersangka lainnya telah lebih dulu ditangkap pekan lalu dan dijerat dakwaan yang sama. Namun keempatnya disebut sebagai warga negara Suriah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun perhatian tertuju pada bocah 3 tahun bernama Aylan yang jasadnya terdampar di tepi pantai Turki. Foto jasad Aylan menyebar luas melalui media sosial dan memicu keprihatinan publik. Kakak laki-lakinya yang berusia 4 tahun dan ibunya, Rihana juga tewas dalam insiden yang sama.
Hanya sang ayah, Abdullah yang berhasil selamat dan kini kembali ke Kobane, Suriah, asal mereka.
Penemuan jasad Aylan ini menjadi titik balik bagi krisis kemanusiaan global. Ratusan ribu pengungsi lainnya, sebagian besar dari Suriah, Afghanistan, Pakistan dan negara Afrika berniat memulai hidup baru di wilayah Eropa. Tidak sedikit yang nekat menyeberangi lautan hanya dengan kapal kecil dan berisiko mengancam nyawa. (nvc/ita)











































