Brasil Siap Tampung Ribuan Pengungsi dengan Tangan Terbuka

Brasil Siap Tampung Ribuan Pengungsi dengan Tangan Terbuka

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 08 Sep 2015 09:28 WIB
Brasil Siap Tampung Ribuan Pengungsi dengan Tangan Terbuka
Dilma Rousseff (REUTERS/Ueslei Marcelino)
Brasilia - Berbagai negara mulai menawarkan wilayahnya untuk menampung para pengungsi dan imigran yang memenuhi kawasan Eropa. Brasil salah satunya, yang menyatakan siap menyambut ribuan pengungsi dengan tangan terbuka.

Dalam pesan video memperingati Hari Kemerdekaan Brasil, seperti dilansir AFP, Selasa (8/9/2015), Presiden Dilma Rousseff menyatakan kesediaan Brasil untuk menampung pengungsi dan imigran yang melarikan diri dari konflik di negara asalnya.

"Menekankan kesediaan pemerintah untuk menyambut mereka yang terusir dari kampung halamannya, yang ingin datang melanjutkan hidup, bekerja dan berkontribusi pada kesejahteraan dan perdamaian di Brasil," sebut Presiden Rousseff.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Khususnya dalam masa-masa sulit seperti ini, masa-masa krisis, kami akan menyambut pengungsi dengan tangan terbuka," imbuhnya.

Brasil sebelumnya telah menampung lebih dari 2 ribu pengungsi Suriah sejak konflik pecah di negara tersebut pada tahun 2011 lalu. Jumlah ini jauh lebih banyak dari negara-negara lain di kawasan Amerika Latin. Bahkan saat ini, pengungsi Suriah menjadi kelompok pengungsi terbesar di Brasil. Sepanjang tahun 2014 lalu, ada 1.405 pengungsi yang ditampung di Brasil.

Presiden Rousseff juga menyinggung foto jasad balita imigran asal Suriah, yang terdampar di pantai Turki, yang beredar luas di internet dan menjadi simbol krisis imigran.

"Foto anak tersebut, Aylan Kurdi, yang baru berusia 3 tahun, menyentuh hati kita semua dan menghadapkan dunia pada tantangan besar," tuturnya.

Pemimpin negara-negara Eropa berjuang menangani para pengungsi dan imigran yang melarikan diri dari konflik di Suriah dan juga Irak. Ratusan ribu pengungsi menempuh jalur berbahaya melalui Semenanjung Balkan dan juga melintasi Laut Mediterania demi mencapai negara-negara anggota Uni Eropa. (nvc/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini