Siprus Selamatkan 115 Pengungsi Suriah dari Laut Mediterania

Siprus Selamatkan 115 Pengungsi Suriah dari Laut Mediterania

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 07 Sep 2015 15:42 WIB
Siprus Selamatkan 115 Pengungsi Suriah dari Laut Mediterania
Pengungsi Suriah yang diselamatkan Siprus (REUTERS/Yiannis Kourtoglou)
Nikosia - Otoritas Siprus menyelamatkan lebih dari 100 pengungsi yang melarikan diri dari konflik Suriah. Operasi penyelamatan dilakukan setelah kapal nelayan yang mereka tumpangi terombang-ambing di lautan Mediterania.

Disampaikan sumber dari Pusat Koordinasi Penyelamatan Gabungan Siprus, seperti dilansir AFP, Senin (7/9/2015), total 115 pengungsi Suriah termasuk 54 wanita dan anak-anak berhasil diselamatkan. Mereka terombang-ambing di atas kapal nelayan berukuran kecil di perairan sejauh 74 kilometer dari kota pelabuhan Larnaca, Siprus bagian selatan.

Kepolisian Siprus menyatakan, pihaknya menangkap tiga tersangka terkait insiden ini. Ketiga tersangka yang berusia 47 tahun, 33 tahun dan 28 tahun ini dijerat dakwaan penyelundupan manusia.Sedangkan satu tersangka lainnya masih dalam pengejaran polisi setempat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beberapa jam setelah diselamatkan pada Minggu (6/9), lebih dari separuh pengungsi dibawa dengan menggunakan bus ke kamp pengungsi di Kokkinotrimithia, di luar ibukota Nikosia. Beberapa dari pengungsi ini berasal dari Libanon dan juga Palestina. Di tenda penampungan, para pengungsi menuturkan pengalaman mereka kepada AFP. Kebanyakan mengaku jika mereka berniat memulai kehidupan baru di Yunani atau daratan Eropa lainnya.

"Kami tidak ingin datang ke Siprus. Biaya hidup di sini terlalu mahal dan sulit mencari pekerjaan. Pulau ini untuk turis," sebut salah satu pengungsi asal Palestina yang lama hidup di Suriah, Zeina Joseph (38).

"Kami ada di laut tapi tidak tahu pasti di mana kami berada," imbuhnya, sembari menyebut dirinya harus membayar sekitar US$ 3.500 (Rp 49 juta) untuk perjalanannya ke Eropa yang berakhir tragis.

Setelah tiga hari terombang-ambing di lautan, pengungsi lainnya, Abu Jeish mengaku dirinya merasa dicurangi. "Para imigran ini ingin lebih. Mereka ingin, sama seperti yang lain, pergi ke Eropa bagian utara, terutama hari ini mereka melihat banyak yang berhasil mencapai Jerman," tutur Direktur Kamp Pengungsi, John Avlonitis. (nvc/ita)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads