Disampaikan sumber dari Pusat Koordinasi Penyelamatan Gabungan Siprus, seperti dilansir AFP, Senin (7/9/2015), total 115 pengungsi Suriah termasuk 54 wanita dan anak-anak berhasil diselamatkan. Mereka terombang-ambing di atas kapal nelayan berukuran kecil di perairan sejauh 74 kilometer dari kota pelabuhan Larnaca, Siprus bagian selatan.
Kepolisian Siprus menyatakan, pihaknya menangkap tiga tersangka terkait insiden ini. Ketiga tersangka yang berusia 47 tahun, 33 tahun dan 28 tahun ini dijerat dakwaan penyelundupan manusia.Sedangkan satu tersangka lainnya masih dalam pengejaran polisi setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tidak ingin datang ke Siprus. Biaya hidup di sini terlalu mahal dan sulit mencari pekerjaan. Pulau ini untuk turis," sebut salah satu pengungsi asal Palestina yang lama hidup di Suriah, Zeina Joseph (38).
"Kami ada di laut tapi tidak tahu pasti di mana kami berada," imbuhnya, sembari menyebut dirinya harus membayar sekitar US$ 3.500 (Rp 49 juta) untuk perjalanannya ke Eropa yang berakhir tragis.
Setelah tiga hari terombang-ambing di lautan, pengungsi lainnya, Abu Jeish mengaku dirinya merasa dicurangi. "Para imigran ini ingin lebih. Mereka ingin, sama seperti yang lain, pergi ke Eropa bagian utara, terutama hari ini mereka melihat banyak yang berhasil mencapai Jerman," tutur Direktur Kamp Pengungsi, John Avlonitis. (nvc/ita)











































