Hungaria Tak Akan Tembak Imigran yang Panjat Pagar Perbatasan

Hungaria Tak Akan Tembak Imigran yang Panjat Pagar Perbatasan

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 07 Sep 2015 14:19 WIB
Hungaria Tak Akan Tembak Imigran yang Panjat Pagar Perbatasan
Imigran transit di Hungaria (REUTERS/Laszlo Balogh)
Budapest - Hungaria kini menjadi lokasi transit para imigran yang mencapai wilayah Eropa. Otoritas Hungaria yang terus memperkuat perbatasan, mengaku tidak berencana menembak imigran yang nekat memanjat pagar pembatas.

Saat diwawancara televisi Austria, ORF seperti dilansir Reuters, Senin (7/9/2015), Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban menekankan pandangannya bahwa kebanyakan imigran yang transit di wilayahnya, bukan pengungsi perang yang benar-benar butuh suaka, melainkan imigran yang lari dari kemiskinan.

Pembangunan pagar perbatasan setinggi 3,5 meter di sepanjang perbatasan Hungaria dengan Serbia telah selesai. Pagar yang dilengkapi dengan kawat berduri dan menara pengawas ini dimaksudkan untuk menjauhkan para imigran dari wilayah Hungaria. Pemerintahan PM Orban menuai kritikan keras atas pembangunan pagar perbatasan yang dianggap menyimbolkan era Perang Dingin ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami melindungi Eropa, sesuai dengan aturan Eropa yang menyatakan perbatasan hanya bisa dilewati di area tertentu yang diawasi dan setelah melakukan pendaftaran," tutur PM Orban dalam wawancara dengan ORF.

Saat ditanya apakah tentara penjaga perbatasan akan diberi instruksi untuk bebas menembak siapa pun yang melanggar perbatasan, PM Orban menjawab: "Tidak perlu karena akan ada pagar yang tidak bisa dilewati. Siapa pun yang nekat melintasi pagar (perbatasan) harus ditangkap dan diadili. Penggunaan senjata api tidak akan diperlukan."

Eropa terpecah untuk gagasan yang dicetuskan Jerman dan Austria soal kuota pengungsi bagi negara-negara Uni Eropa. Gelombang pengungsi yang mencapai Eropa akhir-akhir ini merupakan yang terbesar sejak konflik Yugoslavia tahun 1990-an lalu.

"Jika perbatasan lingkar luar tidak ditutup, maka tidak masuk akal untuk membahas kuota. Ketika kita sudah menutup perbatasan lingkar luar dan menghentikan imigrasi ilegal, kita bisa berbicara membahas solusi apa pun," tandas PM Orban.

Sejak bulan lalu, sekitar 50 ribu imigran masuk ke wilayah Hungaria melalui Semenanjung Balkan. Aturan anti-imigran yang baru diberlakukan Hungaria dan kebijakan menghentikan layanan kereta api menuju Austria dan Jerman, sempat membuat para imigran asal Timur Tengah, Afrika dan Asia ini telantar di Budapest. (nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads