15 Ribu Warga Swedia Gelar Demo Mendukung Pengungsi

15 Ribu Warga Swedia Gelar Demo Mendukung Pengungsi

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 07 Sep 2015 12:07 WIB
15 Ribu Warga Swedia Gelar Demo Mendukung Pengungsi
pengungsi Suriah (Foto: REUTERS/Laszlo Balogh)
Stockholm, - Ribuan warga Swedia menggelar aksi unjuk rasa untuk mendukung para pengungsi. Di depan para demonstran, Perdana Menteri Swedia Stefan Lofven mengatakan, inilah saatnya bagi negara-negara lain untuk berbuat lebih banyak guna membantu mengatasi krisis migrasi Eropa.

Swedia telah berpuluh-puluh tahun ini menerima para pengungsi dari Chile pada tahun 1970-an, pengungsi dari perang Iran-Irak pada tahun 1980-an dan perang Yugoslavia pada tahun 1990-an. Dalam krisis pengungsi yang tengah melanda dunia saat ini, Swedia telah menerima jumlah pencari suaka per kapita yang lebih banyak dibandingkan negara-negara lain di Eropa.

Lofven menegaskan, Swedia akan terus menerima orang-orang yang melarikan diri dari krisis. Meski begitu, Lofven menyerukan negara-negara Uni Eropa lainnya untuk menerima lebih banyak pengungsi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal itu disampaikan Lofven di depan ribuan demonstran yang berkumpul di sebuah lapangan di ibukota Stockholm pada Minggu, 6 September waktu setempat seperti dilansir kantor berita Reuters, Senin (7/9/2015).

Kepolisian menaksir sekitar 15 ribu orang mengikuti aksi demo yang berlangsung damai itu. Dalam aksi tersebut, sebagian demonstran membawa spanduk bertuliskan "Welcome" dan "Terima Kasih Swedia".

Lofven pun mengungkapkan dukungannya untuk para pengungsi. "Idenya adalah bahwa kerja sama Eropa tak pernah -- tak pernah -- akan menjadi jalan untuk mengusir orang-orang yang melarikan diri," tegas pemimpin Swedia itu.

Pada tahun lalu, tercatat sekitar 81 ribu orang mencari suaka di Swedia. Jumlah ini terbesar kedua di Eropa setelah Jerman. Sebagian besar para pengungsi itu merupakan warga Suriah.

"Swedia dan Jerman serta segelintir negara lainnya tak bisa melakukan ini sendirian," kata Lofven seraya mengimbau lebih banyak negara untuk membantu krisis imigran ini.

(ita/ita)


Berita Terkait