Berbicara kepada televisi setempat dan dilansir AFP, Sabtu (5/9/2015), PM Sipila menyebut rumahnya yang ada di wilayah Kempele, pinggiran Finlandia, sekitar 500 kilometer dari ibukota Helsinki tidak banyak digunakan. Oleh karena itu, dia berniat menawarkan rumah itu bagi para imigran dan pengungsi.
"Kita seharusnya merefleksikan diri dan bertanya pada diri kita bagaimana seharusnya kita bisa membantu," tutur Sipila kepada teleivisi setemapt, YLE.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sipila yang bernaung di bawah Partai Pusat Finlandia ini berulang kali menyerukan solidaritas bagi para imigran dan pengungsi kemanusiaan yang berasal dari Timur Tengah dan Afrika Utara. Terlebih kelompok oposisi di Finlandia, yakni Partai Finns merupakan partai anti-imigran.
Sipila juga mengungkapkan rencana Uni Eropa untuk membagi rata ratusan ribu pengungsi yang telah tiba di Yunani, Italia dan Hungaria.
Pada Jumat (4/9), otoritas Finlandia menyatakan bersedia menerima sekitar 30 ribu pencari suaka untuk tahun ini. Jumlah ini mencapai tujuh kali lipat dari jumlah pencari suaka di Finlandia sepanjang tahun 2014 lalu. (nvc/ndr)










































