Dilaporkan media setempat, New York Times dan dilansir AFP, Sabtu (5/9/2015), sekitar 24 calon perwira muda di antaranya mengalami gegar otak dalam insiden yang terjadi di Akademi Militer West Point, New York. Dilaporkan beberapa kadet menyusupkan objek-objek keras di dalam bantal mereka.
Total ada 30 calon perwira yang mengalami luka-luka. Beberapa korban luka dilaporkan mengalami patah tulang kaki dan dislokasi bahu. Perang bantal yang menjadi tradisi tahunan di akademi militer ini, bertujuan untuk membangkitkan semangat sekaligus merayakan selesainya pendidikan tahun pertama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Juru bicara Akademi Militer West Point, Letnan Kolonel Christopher Kasker menuturkan kepada New York Times, bahwa langkah antisipasi sudah diberlakukan dan para senior ditugaskan untuk mengawasi tradisi ini dengan ketat, di mana setiap calon perwira diwajibkan memakai helm.
"West Point memuji semangat para kadet untuk membangun semangat namun menyesali luka-luka yang dialami kadet kami. Kami tengah melakukan penyelidikan menyeluruh atas penyebab luka-luka ini," tutur Kasker.
Belum ada sanksi disiplin yang dijatuhkan terkait insiden ini. Pihak akademi militer juga tidak berencana mengakhiri tradisi perang bantal yang sudah berlangsung sejak tahun 1897 silam ini. (nvc/ndr)











































