Perang Bantal di Akademi Militer AS Picu 30 Korban Luka

Perang Bantal di Akademi Militer AS Picu 30 Korban Luka

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 05 Sep 2015 15:24 WIB
Perang Bantal di Akademi Militer AS Picu 30 Korban Luka
Ilustrasi (morgueFile/wintersixfour)
New York - Perang bantal yang menjadi tradisi tahunan Akademi Militer Amerika Serikat berujung insiden berdarah. Sedikitnya 30 calon perwira militer yang baru menyelesaikan pendidikan tahun pertama, mengalami luka-luka.

Dilaporkan media setempat, New York Times dan dilansir AFP, Sabtu (5/9/2015), sekitar 24 calon perwira muda di antaranya mengalami gegar otak dalam insiden yang terjadi di Akademi Militer West Point, New York. Dilaporkan beberapa kadet menyusupkan objek-objek keras di dalam bantal mereka.

Total ada 30 calon perwira yang mengalami luka-luka. Beberapa korban luka dilaporkan mengalami patah tulang kaki dan dislokasi bahu. Perang bantal yang menjadi tradisi tahunan di akademi militer ini, bertujuan untuk membangkitkan semangat sekaligus merayakan selesainya pendidikan tahun pertama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perang bantal yang digelar pada 20 Agustus lalu, berubah menjadi insiden berdarah setelah beberapa calon perwira dilaporkan memasukkan helm yang seharusnya mereka pakai sebagai pelindung kepala, ke dalam sarung bantal mereka.

Juru bicara Akademi Militer West Point, Letnan Kolonel Christopher Kasker menuturkan kepada New York Times, bahwa langkah antisipasi sudah diberlakukan dan para senior ditugaskan untuk mengawasi tradisi ini dengan ketat, di mana setiap calon perwira diwajibkan memakai helm.

"West Point memuji semangat para kadet untuk membangun semangat namun menyesali luka-luka yang dialami kadet kami. Kami tengah melakukan penyelidikan menyeluruh atas penyebab luka-luka ini," tutur Kasker.

Belum ada sanksi disiplin yang dijatuhkan terkait insiden ini. Pihak akademi militer juga tidak berencana mengakhiri tradisi perang bantal yang sudah berlangsung sejak tahun 1897 silam ini. (nvc/ndr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads