"Kita menghadapi situasi yang luar biasa. Kita membutuhkan respons yang luar biasa juga," tutur Pemimpin Badan Pengungsi PBB atau UNHCR Antonio Guterres kepada wartawan di Jenewa, Swiss, seperti dilansir AFP, Sabtu (5/9/2015).
Guterres memperingatkan bahwa Eropa tengah menghadapi krisis imigran dan pengungsi secara besar-besaran. "Kita membutuhkan program relokasi besar-besaran, di mana seluruh negara-negara Eropa perlu berpartisipasi," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Eropa tidak bisa menangani krisis ini dengan pendekatan yang bertahap dan sedikit demi sedikit," tegasnya.
Pernyataan Guterres ini muncul di tengah ketegangan yang menyelimuti Eropa yang mengalami krisis imigran terburuk sejak Perang Dunia II, di mana lebih dari 365 ribu imigran dan pengungsi melintasi wilayah Mediterania, sejak Januari lalu.
Pada Jumat (4/9), otoritas Hungaria mengalami kebuntuan dalam menangani para imigran yang memilih meninggalkan stasiun utama Budapest dengan berjalan kaki menuju Austria. Sedangkan otoritas Inggris menyatakan kesediaannya menampung ribuan lagi pengungsi Suriah.
Tekanan terhadap pemimpin-pemimpin negara Eropa semakin meningkat pekan ini, dengan beredar luasnya foto jenazah balita imigran asal Suriah yang terdampar di pantai Turki yang memicu kemarahan global. (nvc/ndr)











































