Disampaikan jurnalis setempat, Mustefa Ebdi seperti dilansir AFP, Sabtu (5/9/2015), balita bernama Aylan Kurdi ini dimakamkan di kompleks pemakaman martir di Kobane, yang merupakan kota perbatasan Suriah. Ibunya, Rihana dan kakaknya Ghaleb juga dimakamkan di sana. Ayah Aylan, Abdullah Kurdi terlihat sangat terpukul dan hancur ketika memberikan sambutan kepada warga yang hadir, termasuk Ebdi.
"Saya tidak menyalahkan siapa pun atas hal ini. Saya hanya bisa menyalahkan diri saya. Saya harus membayar harga atas perbuatan saya, sepanjang sisa hidup saya," tutur Abdullah di hadapan para pelayat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto jenazah Aylan yang terdampar di pantai Bodrum, Turki memicu kemarahan dunia. Nama Aylan sendiri berarti 'simbol' dalam bahasa Kurdi. Ebdi menuturkan, istri dan anak-anak Abdullah diberikan penghormatan sebagai martir dari Kobane yang gugur saat melarikan diri dari perang.
Abdullah dan keluarga terpaksa mengungsi beberapa kali di dalam wilayah Suriah, sebelum kembali ke Kobane pada Juni lalu, dengan harapan bisa tinggal di sana. Namun kemudian militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) menguasai Kobane dan menyandera warga setempat. Keluarga ini lantas memutuskan untuk mencapai wilayah Eropa melalui Turki.
Setelah menabung selama sebulan dan meminjam uang dari kerabat, keluarga ini menumpang kapal kecil bersama puluhan pengungsi lainnya menuju Pulau Kos, Yunani. Namun di tengah perjalanan, kapal mereka terbalik dan tenggelam. Abdullah menuturkan, anak-anaknya terlepas dari genggaman tangannya. (nvc/ndr)











































